Pagi Sampai Sore Ini; Pati Cukup Memakamkan Satu Jenazah Standar Protokol Covid-19

0
42
Suasana pemakaman salah satu jenazah warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa yang Rabu (23/Fenbruari) 2022 sore lalu, positif terpapar Covid-19 oleh Tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pati.(Foto:SN/dok-tim)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tim Pemakaman Jenazah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Kamis (24/Februari) 2022 lalu, benar-benar bersyukur. Sebab, sejak pagi hingga sore hari ini tim hanya memakamkan satu jenazah yang dinyatakan positif terpapar Covid-19, sehingga berbeda jauh dengan yang terjadi sehari sebelumnya, Rabu (23/Februari) 2022.

Pada hari itu, papar salah seorang anggota tim, Purnama, pihaknya sejak pagi harus memamakamkan jenazah seorang laki-laki, warga Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo. Berikutnya disusul dengan pemakaman standar yang sama, untuk seorang warga di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, dan selesai itu disusul juga pemakaman jenazah di Desa Sugihrejo, Kecamatan Gabus.

Dengan pemakaman tiga jenazah berturut-turut tersebut, lanjutnya, sebagai tim tentu ikut prihatin sehingga harapannya agar hal tersebut jangan kembali terulang hari ini. ”Ternyata hari ini, hanya ada satu pemakaman jenazah yang positif terpapar Covid-19, sehingga kami tidak terlalu diburu waktu seperti kemarin,”ujarnya.

masih suasana pemakaman jenazah standar protokol Covid-19, di Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Rabu (23/Februari) 2022 kemarin.(Foto:SN/dok-tim)

Bahkan, untuk memakamkan jenazah di Sidoharjo, lanjutnya, berlangsung sampai malam dan terus dilanjutkan ke Desa Bakaran Kulon, Kecamatan Juwana. Untuk warga di desa ini meninggal di tempat kediamannya, tapi pemulasaraan jenazah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit (RS) Budi Agung (BA) Juwana.

Untuk pemakamannya malam itu pun tetap dilakukan, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, sehingga sekitar pukul 21.00 WIB ini, pemakaman jenazah ke lima di hari kemarin baru selesai. Karena itu, jika hari ini cukup hanya ada satu jenazah yang dimakamkan dengan standar protokol Covid-19, sudah semestinya jika hal itu oleh tim sangat disyukuri.

Sedangkan harapan samua, semoga saja untuk hari-hari berikutnya sudah tidak ada lagi pemakaman jenazah standar protokol Covid-19. ”Dengan demikian, pemakaman satu jenazah seorang laki-laki, warga Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana yang sebelum meninggal sempat dirawat di RS Budi Agung Juwana, adalah benar-benar kali yang terakhir,”harap Purnama.