Lazisnu Kelola Dana ZIS Rp11 Miliar untuk Pendidikan hingga UMKM

0
88
Penyerahan bantuan dari Lazisnu bagi warga kurang mampu

SAMIN-NEWS.com, PATI – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdhatul Ulama (Lazisnu) Pati melaporkan program NU Care-Lazisnu tahun 2021 menghimpun dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp11.542.089.772. Sebuah dana yang cukup besar yang dikelola untuk kepentingan warga Nahdliyin.

Ketua Lazisnu, Muhammad Niam Sutaman merinci dana tersebut bersumber dari pengumpulan ZIS. Di antaranya penerimaan dana Zakat sebesar Rp2.283.994.897 (649,855,329), penerimaan dana Infaq non Koin sebesar Rp5.849.881.566 dan Infaq melalui KOIN NU sebesar Rp3.346.067.850.

Menurutnya, pengumpulan dana ZIS oleh Lazisnu terjadi peningkatan yang cukup besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Selama tahun 2020 NU Care-Lazisnu Pati telah menerima dana ZIS sebesar Rp3.857.499.390 yang terdiri dari penerimaan dana Zakat sebesar Rp649.855.329 dan penerimaan dana Infaq sebesar Rp3.207.644.061,” ujar Niam dalam keterangan tertulis yang diterima Samin News, Kamis (24/2/2022).

Jika dirinci lagi, dana umat yang masuk itu berasal dari 200 donatur, 26.000 donatur melalui Koin NU baik yang tinggal di Pati atau dari luar Pati yang mempunyai keterkaitan dengan mustahiq di Pati. Dana itu sudah disalurkan sebesar Rp10.484.155.111 kepada tidak kurang dari 6700 mustahiq atau yang berhak di berbagai penjuru Kabupaten Pati.

Niam menyebutkan bahwa dana ZIS yang terkumpul digunakan untuk menyasar program Lazisnu. Antara lain di sektor pendidikan, kesehatan, kebencanaan dan ekonomi. Dana di sektor pendidikan meliputi pemberian beasiswa murid tidak mampu, bantuan untuk guru honorer dan bantuan kepada lembaga-lembaga pendidikan yang membutuhkan.

“Sedangkan di sektor kesehatan dialokasikan untuk membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan pengobatan termasuk penyediaan Mobil Layanan Umat (Bilyaum) yang saat ini sudah tersedia sebanyak 10 armada di seluruh Pati,” jelasnya.

Selain itu di sektor kebencanaan disalurkan dalam bentuk bantuan bencana, seperti untuk masyarakat yang terdampak bencana kekeringan, banjir, erupsi gunung berapi dan angin puting beliung.

“Lalu di bidang ekonomi disalurkan dalam bentuk program pelatihan peningkatan kapasitas usaha UMKM, penyertaan modal usaha, Gerobak Warnusa, atau Warung Nusantara,” pungkasnya.