Gempa Bumi Pasaman Barat M 6,2 Akibat Aktivitas Sesar Sumatera

0
41
Penampakan rumah warga di Pasaman Barat, Sumatra Barat yang hancur akibat guncangan gempa Jumat (25/2/2022). (foto: Istimewa)

SAMIN-NEWS.com, Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Jumat (25/2/2022) pukul 08.39 WIB. Tepatnya titiknya di darat pada jarak 12 kilometer Timur Laut Pasaman Barat, Sumatera Barat dengan kedalaman 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa gempa bumi tektonik Magnitudo 6,2 yang mengguncang Pasaman Barat itu ditegaskan bahwa gempa bumi tektonik tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan parameter magnitudo 6,2 yang kemudian kami update M 6,1. Episenter gempa terletak pada koordinat 0,14 derajat LU, 99,94 derajat BT,” kata Ketua BMKG Dwikorita Karnawati dalam konpers daring, Jumat (25/2/2022).

Selanjutnya dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, ini merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Sumatera. Hasil analisis menunjukkan gempa bumi di Pasaman memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slipe).

Ia menjelaskan dampak guncangan gempa bumi dirasakan dengan intensitas beragam. Di antaranya di Pasaman Barat intensitas antara V-VI MMI, di Agam, Bukitttinggi, dan Padang Panjang intensitas IV MMI, di Padang, Payakumbuh, Aek Godang, dan Gunung Sitoli III MMI, serta di Pesisir Selatan, Rantau Parapat, Nias Selatan, dan Bangkinang II MMI.

Usai gempa bumi utama, disebutkan setelahnya terjadi gempa bumi susulan hingga 15 kali. Ia mengklasifikasikan yaitu dimulai dengan gempa pembukaan, gempa utama dan gempa susulan.

“Hingga pukul 10.00 wib, hasil monitoring BMKG terjadi 15 kali gempa susulan. Dengan magnitudo bervariasi, terbesar 4,2. Perlu diketahui gempa utama 6,2 ini sebelumnya didahului gempa bumi pendahuluan (foreshock) dengan kekuatan 5,2,” terangnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar jangan percaya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kemudian, Dwikorita meminta menghindari dan menjauhi bangunan yang retak akibat gempa. Dan menghindari lereng serta tebing karena ini bisa mengakibatkan longsor.