ESDM Paparkan Peta Jalan Transisi Energi Terbarukan

0
35
Menteri ESDM, Arifin Tasrif meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Putri Cempo, Surakarta (dok esdm)

SAMIN-NEWS.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan roadmap atau peta jalan transisi energi menuju Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Ini dikatakan saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (17/2/2022).

Pihaknya menyatakan strategi utama dari sisi suplai energi yang dilakukan untuk menuju karbon netral adalah melalui pengembangan EBT secara masif dengan fokus kepada tenaga surya, hidro, panas bumi dan hidrogen.

Kemudian, melalui pemanfaatan teknologi rendah emisi seperti Carbon Capture, yaitu teknologi Carbon Capture, Utility, and Storage (CCUS) serta Carbon Capture Storage (CCS).

“Dari sisi demand, dilakukan pemanfaatan kompor listrik dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), di samping penerapan manajemen energi. Saat ini tim Net Zero Emission (NZE) dari Kementerian ESDM masih melakukan pendalaman roadmap NZE untuk mengurangi emisi pada tahun 2060 di sektor energi,” ujar Arifin dikutip laman ESDM.

Dalam kesempatan itu, kata dia ESDM merencanakan pengembangan super grid untuk meningkatkan konektivitas sistem kelistrikan antarpulau untuk berbagi sumber energi terbarukan. Penerapan super grid ini, dia mengharapkan dapat mengatasi divergensi antara sumber energi terbarukan lokal dan lokasi permintaan energi listrik yang tinggi.

“Selain itu pengembangannya akan mampu mengurangi dampak intermitensi dari pembangkitan variabel energi terbarukan yang semakin meningkat dan membuka peluang untuk mengekspor listrik ke negara ASEAN khususnya,” tutur Arifin

Kemudian pada periode transisi energi, energi fosil masih memiliki peran penting untuk dikembangkan, sebelum energi yang lebih bersih tersedia. Minyak bumi masih sebagai energi utama untuk transportasi, sebelum digantikan oleh kendaraan listrik, dan gas bumi dapat dimanfaatkan untuk energi transisi sebelum energi terbarukan 100 persen di pembangkit.

“Untuk itu Kementerian ESDM tetap mendorong peningkatan produksi migas. Batubara juga masih menjadi sumber bahan bakar untuk pembangkit sebelum adanya sumber energi pengganti yang lebih bersih, sedangkan mineral menjadi sumber atau bahan utama untuk baterai,” terangnya.