Dari 3.925 Bayi Stunting, 80 Persen di Antaranya Disebabkan Faktor Pola Asuh

0
71
Ilustrasi kasus stunting pada balita (freepik)

SAMIN-NEWS.com, Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan melalui Kasi Kesehatan dan Gizi, Kasriatun menyebutkan 80 persen dari 3.925 bayi stunting disebabkan karena faktor pola asuh. Hasil ini merupakan analisis pemetaan yang dilakukannya pada akhir tahun 2021 lalu.

Berdasarkan hasil penimbangan serentak pada bulan Agustus 2021, sebanyak 68.160 bayi mengikuti penimbangan. Dari jumlah ini, pihaknya mencatat terdapat di antaranya 3.925 balita yang mengalami stunting.

“Dari jumlah angka stunting tersebut, dilihat dari hasil pemetaan analisis stunting yang kita lakukan, 80 persen balita yang mengalami stunting penyebabnya dari pola asuh,” kata Kasriatun.

Kendati di tahun 2021 itu ditemukan bayi stunting yang masih cukup tinggi, namun pihaknya mengaku jumlah tersebut lebih sedikit dibanding periode sebelumnya. Secara persentase kasus stunting akhir tahun 2021 tercatat 5,76 persen, sedangkan periode akhir tahun sebelumnya sebesar 6,10 persen.

Untuk mengupayakan pencegahan bayi stunting, Kasriatun menyebut bayi harus mendapat pemenuhan gizi yang seimbang sesuai tahapan umurnya. Sejak bayi berusia enam bulan harus dikenalkan makanan pendamping ASI.

Terkait dengan kebutuhan ini, Kasriatun menjelaskan ahli gizi puskesmas serta bidan desa telah mengupayakan dengan mengedukasi akan hal itu. Selain itu, pemerintah juga mempunyai tim konvergensi stunting kabupaten yang melibatkan berbagai OPD.

Namun demikian, yang perlu dan urgen adalah terkait peran orang tua. Pasalnya orang tua merupakan komponen utama dalam pola asuh bayi untuk pemenuhan gizi tersebut.

“Tinggal ibu balita untuk lebih telaten dalam pemenuhan gizi balitanya. Perlu adanya kesadaran yang tinggi dari ibu balita untuk melakukan pencegahan stunting,” jelasnya.