Transparansi di Kalangan Pejabat Harus Ditingkatkan

0
59
Pelaksanaan Apel Rutin, Senin (10/Januari) 2022 yang berlangsung di halaman Kantor Setda Jepara.(Foto:SN/dok-hp)

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Edy Sujatmiko SSos MM MH mengajak para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Yakni, untuk terus mengembangkan transparasi dalam pengelolaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah.

Hal tersebut disampaikan yang bersangkutan saat menjadi Pembina Apel Rutin, Senin (10/Januari) 2022 yang berlangsung di halaman Kantor Setda setempat. Apel diikuti oleh para pejabat dan staf di lingkungan Setda Jepara.

Karena itu, lanjutnya, kita harus selalu mengembangkan azas-azas umum pengelolaan pemerintahan dan keuangan daerah yang baik. Di antaranya adalah dikelola secara tertib, taat peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azaz keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat.

Oleh sebab itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih terhadap pelaksanaan APBD Tahun 2021. ”Kini kita telah memasuki Tahun 2022, tentu ada banyak cacatan berharga yang harus menjadi bahan evaluasi bersama dalam melaksanakan APBD Tahun 2022, agar menjadi lebih baik,”ujarnya.

Sekda Jepara, Edy Sujatmiko SSos MM MH saat memberikan pengarahan di hadapan peserta Apel Rutin, Senin (10/Januari) 2022 yang berlangsung di halaman Kantor Setda Jepara.(Foto:SN/dok-hp) 

Salah satu prinsip penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan dan pembangunan, lanjutnya, adalah transparansi dalam melaksanakan kegiatan. Tahap awal adalah mengumumkan rencana umum pengadaan barang dan jasa, karena hal itu menjadi tugas dan tanggung jawab pengguna anggaran.

Dengan demikian, maka semua kegiatan pengadaan barang dan jasa yang akan dilakukan harus dimaksukkan ke aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Sedangkan yang terkait dengan penanggulangan Covid-19 dan mulai merebaknya demam berdarah di Jepara, pihaknya minta agar aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi contoh masyarakat.

Untuk itu, yang harus dilakukan adalah mengajak masyarakat secara bersama-sama menanggulangi demam berdarah, karena di Jepara telah terdapat dua orang meninggal akibat serangan nyamuk demam berdarah. ”Berkait dengan kondisi tersebut, maka membersihkan tempat penampungan air, dengan menutupnya rapat, serta mendaur ulang barang bekas,”imbuh Edy Sujatmiko.(hp)