Penanganan Sementara Ruas Jalan yang Rusak di Musim Penghujan

0
Upaya penanganan sementara ruas jalan Pati-Gabus yang mengalami kerusakan cukup parah dengan menambal/menutup banyaknya lubang, oleh Seksi Pemeliharaan Bidang Binamarga DPUPR Kabupaten Pati.(Foto:SN/dok-an)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tingginya tingkat kerusakan ruas jalan di Kabupaten Pati saat musim hujan sekarang ini, tentu saja tidak bisa dihindari. Hal tersebut sebagai dampak faktor penyebab utamanya, yaitu bila turun hujan maka air yang tidak mendapat tempat mengalir, karena sangat minimnya saluran pembuang, maka badan ruas jalan tersebut sering menjadi tempat mengalir atau genangan air hujan.

Sedangkan yang berkait dengan minimnya saluran pembuang, seperti di ruas jalan Pati-Gabus, karena saluran pembuang yang pernah ada oleh warga pun diuruk, dan di atasnya didirikan bangunan sebagai tempat usaha. Lihat saja, di pinggir ruas jalan antara Gempolsari ke selatan bila selesai hujan, genangan air di pinggir jalan tak bisa mengalir ke mana-mana.

Karena itu, dalam kondisi tersebut dampak yang ditimbulkan tentu saja genanagan air juga naik ke badan jalan yang setiap hari ramai oleh lalu-lalangnya arus lalulintas sehingga mempercepat terkelupasnya lapisan aspal yang selalu direndam air hujan tersebut. Sehingga sudah semestinya, jika sekarang ini ruas jalan tersebut mengalami kerusakan paling parah, dan paket pekerjaan peningkatan yang sudah masuk dalam perencanaan tentu belum bisa dilaksanakan.

Penanganan sementara kerusakan ruas jalan yang sama dengan lubang yang dipenuhi air, sehingga dipastikan saat hujan seperti sekarang hasilnya bisa maksimal.(Foto:SN/dok-an)

Ditanya berkait hal tersebut, Kepala Seksie (Kasie) Pemeliharaan Jalan, Andik, tidak mengelak dan sepenuhnya menyadari, bahwa rusaknya ruas jalan di musim penghujan separti sekarang tentu menimbulkan banyak keluhan. Akan tetapi di sisi lain, pihaknya juga mengharap agar para pengguna jalan memahami bahwa kerusakan tersebut untuk perbaikannya tidak bisa dipastikan.

Sebab, hasil dari perbaikan itu juga tidak maksimal karena kalau diguyur hujan pasti lapisan aspalnya akan kembali terkelupas, mengingat upaya tersebut sifatnya adalah sementara. Padahal, upaya itu sama saja dengan membuang-buang biaya dan tenaga, sehingga hasil maksimal memang harus menunggu pelaksanaan paket pekerjaan untuk peningkatannya.

Upaya lain di luar penanganan sementara, pihaknya pun memasang rambu-rambu peringatan tentang terjadinya kerusakan ruas jalan tersebut dengan harapan jika tidak terlalu buru-buru, bisa mencari alternatif lewat jalan yang kondisinya masih baik. ”Untuk rambu-rambu peringatan jalan rusak selain kami pasang di ruas Pati-Gembong juga Glonggong-Jakenan, dan juga di Padangan, Kecamatan Winong atau Gabus-Winong,”imbuhnya.