Dua Nelayan Jepara yang Semalam Mengalami Kecelakaan di Laut Berhasil Diselamatkan

0
157
Asal kebarangkat dua nelayan asal Bondo, Jepara bersama para nelayan lainnya pada Minggu (2/Januari) 2022 malam (tadi malam) dari dermaga tambat TPI Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti.(Foto:SN/dok-aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dua nelayan asal Bondo, Jepara yang semalam mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, berhasil diselematkan oleh sesama nelayan yang berangkat melaut beriringan. Akan tetapi nasib nahas dialami keduanya, Nyantik (45) yang tak lain adalah pemilik perahu jenis cukrik, dan pasangan dalam satu perahu, Arif (35).

Dengan demikian, papar Koordinator Tim SAR Tunggulwulung yang bermarkas di pinggir kawasan pantai Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Mbah Ali alias Mbah Anggur, dalam satu perahu tersebut diawaki dua nelayan. Mereka meninggalkan dermaga tambat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banyutowo, biasanya pada sore hari saat laut mulai surut.

Hal tersebut juga dilakukan para nelayan lainnya, baik nelayan setempat maupun nelayan pendatang yang biasanya dari Demak, atau juga dari Indramayu, sehingga pada malam hari sudah sampai di lokasi perairan sebagai daerah penangkapan. ”Para nelayan itu pun saling menebar jaring, kemudian berlabuh tidak saling berjauhan antara satu dan yang lainnya,”ujarnya.

Perahu nelayan yang buang sauh di perairan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti.(Foto:SN/dok-aed)

Mendadak, lanjut Mbah Ali mengutip penjelasan dari nelayan yang berhasil dihubungi lewat handphone, di tempat berlabuhnya perahu milik Nyantik dan Arif tiba-tiba muncul angin topan cukup kencang. Sehingga terjadilah pusaran air cukup besar yang oleh kalangan nelayan disebut sebagai ”ulur-ulur”, menyebabkan perahu mereka terangkat ke atas.

Padahal di sekitarnya, tempat para nelayan lain menebar jaring angin cukup tuduh, sehingga perahu yang digulung angin topan dan terangkat ke atas ketika jatuh posisinya menjadi terbalik dan tenggelam. Sedangkan awak perahu, Arif sempat terpental dan hilang tenggelam, sehingga teman-teman nelayan lainnya yang berdekatan segera memberikan pertolongan, melakukan pencarian terhadap korban.

Setelah pencarian berlangsung sekitar satu jam, akhirnya Arif pun berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan pemilik perahu, Nyantik juga dalam keadaan selamat. Perahu tersebut akhirnya semalam harus ditarik menuju ke lokasi dermaga tambat Banyutomo oleh perahu nelayan teman-temanya, dan sekitar pukul 11.00 tadi tiba sekitar 300 meter dari dermaga tambat.

Mengingat kondisi laut belum pasang, maka perahu tersebut tidak bisa ditarik ke tepi. ”Sedangkan dua nelayan yang selamat langsung dijemput dan buru-buru dibawa pulang ke desa asal oleh keluarganya, sehingga kami pun tidak sempat mendokumentasikannya,”imbuh Mbah Ali.