PTM di Pati Akan Dimulai Menunggu Berakhirnya Masa Inkubasi Covid-19

0
100
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Winarto Spd MHum.(Foto:SN/dok-aed)

SAMIN-News.com, PATI – Awal Tahun 2022 tentunya banyak pengharapan oleh kalangan masyarakat luas yang selama ini harus berkutat dengan berlangsungnya masa pandemi Covid-19. Salah satu di antaranya, adalah harapan para orang tua agar putra-putrinya bisa kembali ke bangku sekolah secara normal, dan maksimal.

Harapan itu itu sudah barang tentu muncul pula di kalangan anak-anak usia sekolah, baik mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK, karena terlalu lamanya mereka harus belajar dari jarak jauh (daring). Akan tetapi sesuai instruksi Bupati Pati, tampaknya baik orang tua maupun anak-anak harus tetap bersabar menunggu, kapan bisa di selenggarakannya pembelajaran tatap muka (PTM).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Winarto SPd MHum, hal tersebut masih harus menunggu sekitar dua pekan lagi, untuk mencermati dan melihat bagaimana berlangsungnya masa inkubasi, utamanya Covid-19. Sedangkan masa tersebut, adalah merupakan selang waktu yang berlangsung antara terjadinya seseorang terpapar sampai timbulnya gejala yang biasanya timbul dalam waktu kurang lebih sekitar 14 hari.

Pertimbangannya, karena sampai saat ini statusnya masih masa pandemi Covid-19, dan lagi pula juga baru saja selesai berlangsungnya libur pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2022. ”Dengan demikian, jika pada masa tersebut muncul ada yang terpapar sampai timbulnya gejala terserang Covid-19 harus kita tunggu sampai selesainya batas waktu masa inkubasi itu,”ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, untuk pembelajaran di sekolah sampai saat ini adalah melanjutkan uji coba dengan melaksanakan PTM secara bergilir. Sehingga untuk memastikan amannya lingkungan sekolah dari ancaman penyebaran Covid-19, maka seluruh jajaran pengawas semua satuan tingkatan pendididikan harus bekerja keras melakukan pengawasan dan pemantauan semua tingkatan sekolah di wilayahnya.

Hal sekecil apa pun tentang kondisi sekolah itu harus dicatat dan dievaluasi yang selanjutnya dilaporkan, sehingga sekolah yang belum siap melaksanakan PTM harus menunda terlebih dahulu pelaksanaannya. Sedangkan sebaliknya, bagi sekolah yang sudah siap hendaknya benar-benar siap dengan tetap memperhatikan serta mematuhi protokol kesehatan (prokes), sehingga hal tersebut jangan sampai diabaikan.

Selain itu, bagi sekolah yang benar-benar siap menyelenggarakan PTM, mulai sekarang harus terus berupaya melakukan sterilisasi di lingkungan sekolah, jangan hanya sekadar tampak bersih. Akan tetapi, bersih yang steril dari ancaman kuman penyakit tetap harus dilakukan secara maksimal, agar peserta didik tidak ragu-ragu serta terjamin dari rasa aman penyebaran kuman penyakit, utamanya Covid-19.

Karena itu, masing-masing sekolah harus melakukan penyemprotan lingkungan sekolahnya dengan disinfektan, baik secara swadaya maupun minta bantuan ke PMI. ”Jika hal tersebut bisa dipenuhi dan dilaksanakan secara maksimal, kami kira para murid dan kalangan orang tua tentu tidak akan khawatir ,mulai dilaksanakannya PTM di sekolah-sekolah,”imbuh Winarto.