Satgas Tambah Tiga Tempat Karantina bagi Pelaku Perjalanan

0
12
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah menambah tiga tempat untuk karantina. Foto: BNPB

SAMIN-NEWS.com, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah membuka opsi menambah tiga tempat karantina yang diperuntukan bagi pelaku perjalanan internasional.

Penambahan tempat karantina bagi pelaku perjalanan internasional ini, menurutnya dilakukan sebagai antisipasi bila pemerintah menerapkan perpanjangan waktu untuk menjalankan karantina, yang semula dijadwalkan selama 10 hari menjadi 14 hari.

“Tiga lokasi yang akan diubah menjadi fasilitas karantina terpusat itu adalah Rumah Susun Penggilingan di Pulau Gebang, Jakarta Timur, Rumah Susun Daan Mogot di Jakarta Barat serta Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Jakarta Selatan,” kata Wiku.

Selain itu, karena faktor lonjakan kedatangan para pelaku perjalanan dari luar negeri yang naik dalam dua bulan terakhir baik melalui jalur darat, laut maupun udara.

Wiku menjelaskan pada bulan Oktober 2021, jumlah pelaku perjalanan luar negeri masih berada pada kisaran 1.000 hingga 2.000 kedatangan. Namun, jumlah tersebut melonjak pada bulan Desember 2021 menjadi sekitar 4.000 kedatangan.

Melihat jumlah kedatangan yang naik secara signifikan tersebut, Wiku meminta bagi para pelaku perjalanan yang ingin melakukan perjalanan keluar negeri untuk menyediakan dana tambahan yang akan digunakan untuk karantina.

Pasalnya, pemerintah menyediakan tempat karantina secara gratis hanya diperuntukan bagi tiga kategori atau kelompok. Di antaranya diperuntukkan bagi pekerja migran, pelajar, serta pegawai negeri sipil yang baru kembali dari tugas.

Sementara selain ketiga kategori tersebut, pihaknya menjelaskan mereka para pelaku perjalanan internasional bisa memanfaatkan hotel yang direkomendasikan. “Untuk warga negara Indonesia termasuk wisatawan dapat memanfaatkan hotel rekomendasi Satgas yang sudah seharusnya dipesan sebelum kembali ke Indonesia,” ujarnya.