Faktor Jengkel; Sangkrah Terpaksa Dibakar di Hilir Bendung Bertek

0
90
Sering terjadi penumpukan ”sangkrah” menyangkut di hulu maupun hilir Bendung Bertek, di Dadirejo, Kecamatan Margorejo, menyebabkan pekerja paket pekerjaan tersebut jengkel dan membakarnya.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sejak pelaksanaan paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi D.I Bendung Bertek, di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo, mulai dikerjakan 6 Oktober hingga Minggu (19/Desember) 2021 besok, sedikitnya sudah lima kali ”sangkrah” yang terbawa hanyut banjir dari hulu, menyangkut dan menumpuk di bendung itu. Akibatnya, pekerja pun jengkel karena kondisi seperti itu menyita waktu untuk membersihkannya, tapi selesai dibersihkan juga kembali terulang, dan terulang.

Karena itu, puncak kejengkelan pun terjadi, Sabtu (18/Desember) kemarin, karena ”sangkrah” yang hanyut sehari sebelumnya berhenti dan menumpuk di hilir bendung. Di sisi lain, secara kebetulan ada personel pengawas lapangan paket pekerjaan tersebut dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

Dengan demikian, papar pengawas lapangan paket pekerjaan yang bersangkutan, Aji, pihaknya tidak bisa mencegah pekerja yang berupaya membakar ”sangkrah” di hilir bendung. ”Kendati tampak seperti kering, tapi saat dibakar dengan cara digebyur solar hanya bisa menyala di bagian permukaan, dan berikutnya api yang membakar itu pun pada lagi,”ujarnya.

Para pekerja di lokasi paket pekerjaan Bendung Bertek di desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo, terus memaksimalkan penyelesaian paket pekerjaan yang waktunya hanya tersisa satu hari kalender, Minggu (19/Desember) 2021 besok.(Foto:SN/aed)

Di sisi lain, Aji membenarkan bahwa paket pekerjaan rehabiitasi jaringan irigasi D.I Bendung Bertek, di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo, sesuai kontrak hanya berlangsung selama 75 hari kalender (HK), dan hal tersebut akan berakhir Minggu (19/Desember) 2021 besok. Adapun yang masih membutuhkan waktu untuk penyelesaiannya, adalah di bagian jaringan irigasi kanan yang panjang seluruhnya mencapai 251 meter, tapi yang belum selesai masih sekitar 20 meter.

Sedangkan untuk jaringan irigasi sisi kiri untuk bendung yang sama, panjangnya mencapai 280 meter semuanya sudah berhasil diselesaikan. Untuk Sabtu (18/Desember) 2021, pekerjaan yang masih berlangsung di lokasi tersebut adalah pembongkaran cetakan sementara (begisting) beton, serta menutup beberapa bagian dinding saluran, karena ternyata cor betonnya ada yang keropos.

Dengan demikian, diharapkan Minggu (19/Desember) 2021 masih ada sisa satu HK yang bisa dimanfaatkan hingga batas waktu pukul 00.00, untuk menyelesaikan pekerjaan saluran yang belum tuntas. ”Sedangkan yang menyangkut pembuangan sangkrah dari hulu yang sering menyangkut di Bendung Bertek, kami memang sangat prihatin, dan mengapa hal itu terus berulang-ulang terjadi,”imbuhnya.