Antisipasi Varian Omicron, Pemprov Jateng Dirikan 343 Posko

0
58
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan Pemprov Jateng mendirikan 343 posko untuk antisipasi Omicron. Foto: dok Jatengprov

SAMIN-NEWS.com, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku jika Pemprov saat ini sudah mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus penyebaran Covid-19 varian Omicron. Meski varian ini cenderung lebih cepat menyebar, tetapi disebutkan para ahli belum menemukan data tentang tingkat bahaya bagi nyawa seseorang.

“Sampai saat ini belum menemukan bahwa varian ini membahayakan nyawa pasien. Tapi meski begitu jangan menyepelekan, maskernya tetap dipakai, cuci tangan, olahraga jangan dilupakan dan menjaga jarak,” ujarnya di YouTube Ruang Ganjar yang dikutip Jumat (24/12/2021).

Ganjar yakin betul masyarakat sudah bosan membicarakan soal Covid-19. Pasalnya ada yang bilang tidak ada dan konspirasi. Tetapi, menurutnya secara sederhana, terlepas ada atau tidak, konspirasi maupun buatan yang jelas ada nyawa yang mesti diselamatkan.

“Nyatanya yang sakit banyak, bahkan tidak sedikit yang meninggal. Oleh sebab itu, kita tidak pernah bosan ngelengke (mengingatkan) agar jangan terlena terjangkit Covid-19, apalagi dengan datangnya Omicron ini,” paparnya.

Tetapi disadari, lanjut Ganjar kalau sudah bosan ketika ada masukan maupun saran masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Melihat hal ini, Ganjar tetap mengambil langkah untuk antisipasi. Di antaranya adalah ketika rapat bersama dengan TNI-Polri hingga unsur relawan diputuskan untuk mendirikan posko.

“Untuk menyikapi kasus Omicron ini hasilnya 343 titik posko didirikan. Di antaranya ada yang di terminal, bandara, stasiun, pasar, rest area, tempat wisata dan juga di wilayah-wilayah perbatasan diperketat. Di perbatasan sini lah utamanya yang akan dilakukan testing dan tracing,” terangnya.

Langkah yang diambil Pemprov Jawa Tengah itu, katanya mendasarkan pada kejadian sebelumnya yakni varian Delta. Oleh karena itu, meski tidak diharapkan ada lonjakan kasus positif terpapar Covid-19, namun Pemprov sudah sigap tidak gagap menghadapinya.

“Hal ini untuk menjaga keselamatan. Ketika ada lonjakan InsyaAllah kita siap, pusat karantina juga disiapkan,” tandas Ganjar.