Seminar Pendidikan Mahasiswa KKN Terintegrasi 2021 STAI Pati

0
63
Penyampaian materi dari para narasumber dalam Seminar Pendidikan Mahasiswa KKN Terintegrasi 2021 STAI Pati, di Madrasah Roudlotul Ulum Wegil, Kecamatan Sukolilo.(Foto:SN/dok-um)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi 2021 STAI Pati, beberapa waktu lalu diterjunkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Roudlotul Ulum Wegil, Kecamatan Sukolilo. Salah satu yang selesai dilakukan, di antaranya adalah kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat.

Sebab, kegiatan KKN ini sebagai wujud dari pengabdian masyarakat, melalui KKN-PPL terintegrasi yang bertujuan untuk memberikan pengalaman pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan serta ketrampilan. Adapun salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa kelompok 5 diketahui Ardiyani Musfiana, yaitu ”Seminar Pendidikan.”

Seminar dengan tema ” Eksistensi Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Masa Pandemi ” itu berlangsung beberapa waktu lalu dengan mengundang guru di wilayah Kecamatan Sukolilo. Sedangkan narasumber yang dihadirkan adalah dosen STAI Pati, Selamet Saifuddin, M.Pd dan Kiswanto, S.Kes dari Dinas Kesehatan.

Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan, Umi Nadliroh dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa kegiatan KKN ini merupakan kegiatan memberikan kesempatan kepada mahasiswa, untuk melatih dan mengembangkan kompetensi keguruan dan BK. Kebetulan Tim KKN ini dari Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Saat ini, lanjutnya, ada kekhawatiran di masa pandemi ini proses pendidikan berhenti dan hilangnya pengetahuan (lost learning) dan juga  kekhawatiran adanya generasi yang hilang (lost generation) dinilai dari proses pembelajaran di masa pendemi dengan format daring. Format tersebut atau PJJ ini dianggap tidak maksimal dan tidak efektif, sehingga selaku pendidik kita tepis kekhawatiran itu.

”Dengan demikian, guru selaku pendidik harus tanggap dan maksimal dalam pembelajaran meskipun melalui daring,”tandasnya.

Sementara narasumber pertama, Selamet Saifuddin, M.Pd memaparkan materinya, guru atau pendidik terutama di masa pendemi harus punya banyak kemampuan agar proses pembelajaran tetap berkualitas dan berjalan maksimal. Kualitas pembelajaran tidak bisa lepas dari peran guru, sehingga selaku pendidik di samping memiliki kompetensi pedagogik juga harus  memiliki kemampuan ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk menjaga kualitas pembelajaran.

Pendidik harus kaya informasi pengetahuan dan aplikasi dalam pembelajaran, sehingga guru dalam mempersiapkan bahan ajar dan materi harus lihai mengenal banyak sumber data pembelajaran. ”Sehingga pembelajaran daring atau PJJ bisa maksimal,”imbuhnya.

Sedangkan Kiswanto menyorot pembelajaran dari perspektif  kesehatan di masa pandemi berkait dengan sosialisasi tetang protokol kesehatan (Prokes) dan pola hidup di lingkungan sekolah, terutama kepada peserta didik. Yakni, di sekolah dasar atau di Madrasah Ibtidaiyah harus dilakukan budaya mencuci tangan, memakai masker dan memakai handsanitizer.

Dalam Seminar Pendidikan yang dimoderatori Rois MPd ini, peserta sangat antusias bertanya, baik kepada narasumber dari STAIP maupun dari Dinas Kesehatan. Selain mengadakan Seminar Pendidikan, mahasiswa KKN terintegrasi dari STAIP juga melakukan penghijauan, menggali bakat peserta didik dengan kegiatan pekan Maulid, membuat pojok baca dan tamanisasi.