Kebakaran Hebat di Perusahaan Kacang Dua Kelinci

0
255
Kepulan asap hitam membubung tinggi saat kebakaran hebat di Perusahaan Kacang PT Dua Kelinci Pati, tampak jelas terlihat dari sepanjang ruas Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati (atas) dan personel regu pemadam kebakaran dibantu karyawan perusahaan tersebut menyemprotkan air ke tengah kobaran api (bawah).(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Perusahaan kacang terbesar di Pati, PT Dua Kelinci, Selasa (23/November) 2021 hari ini sekitar pukul 11.00 mengalami nasib nahas. Perusahaan dengan ribuan karyawan yang berlokasi di pinggir jalan raya Pati-Kudus tersebut dilalap ”Si Jago Merah,” dan sampai saat berita ini dibuat pukul 13.30, api memang berhasil dikendalikan.

Akan tetapi, di sisi lain api juga belum berhasil dipadamkan seluruhnya terutama yang berada pada lokasi ruang oven di sisi barat belakang. Sehingga beberapa unit mobil pemadam kebakaran, seperti dari PT Garudafood, Bakorwil Pati, dan dua tanki air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati bersiap di tempat itu, sekaligus mencegah agar kobaran api jangan sampai menjalar ke belakang.

Untuk mencegah kobaran api agar jangan sampai meluas, maka yang terlibat dalam upaya pemadaman pun ada kiriman tanki air dari BPBD Kudus, PG Trankil, dan juga tanki dari PMI, serta tanki air bersih dari Relawan Pati. Sedangkan regu pemadam kebakaran dari Pemkab Pati, khusus mengambil lokasi pemadaman di sisi lokasi timur.

Hal tersebut dipimpin langsunng Kasat Pol PP Kabupaten Pati, Sugiyono, sedangkan satu unit mobil pemadam PT Garudafood lainnya bertugas di bagian depan yang notabene adalah ruangan kantor perusahaan. ”Kami mengerahkan lima unit mobil pemadam, di mana dua unit di antaranya dengan kapasitas di 5.000 liter lebih,”ujarnya.

Upaya pemadaman api yang membakar bangunan sisi timur (kanan) dan Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Sugiyono, langsung memberikan arahan kepada personel pemadam jajarannya.(Foto:SN/aed)

Sementara Manajer Senior PT Dua Kelinci. Tofan Rudianto yang ditanya di tengah-tengah situasi berlangsungnya musibah kebakaran itu, belum bisa memberikan penjelasan secara rinci, baik yang berkait dengan nilai kerugian maupun penyebab terjadinya kebakaran. Akan tetapi, dari keterangan yang dihimpun dari beberapa karyawan yang juga tak ketinggalan saling bahu membahu dalam upaya pemadaman api menyebutkan, awal mula diketahui munculnya kobaran api dari ruang produksi.

Tepatnya, dari ruang yang untuk melakukan proses pengovenan kacang, dan hal itu berlangsung sekitar pukul 11.00. Akan tetapi penyebab, munculnya api di ruang tersebut belum bisa diketahui secara pasti, dan kejadian berikutnya setelah kobaran api dari ruang oven tersebut menjalar dan membakar ruang yang khusus untuk ”packing.”

Unit mobil pemadam kebakaran yang bertugas memadamkan kobaran api dari depan kantor dan sisi timur lokasi bangunan yang terbakar.(Foto:SN/aed)

Dengan demikian, kedua ruangan tersebut memang terdapat banyak bahan yang mudah terbakar, tapi regu pemadam kebakaran yang saling bahu membahu dan terus hilir mudik untuk menyemprotkan air setelah dicampur produk sabun cuci berbusa maksimal, bagian yang terbakar itu berhasil dikuasai. Menyusul berikutnya, api juga menjalar di loklasi di deretan bangunan paling depan yang merupakan ruang kantor perusahaan.

Untuk memadamkan kobaran api, mobil pemadam kebakaran sebagian besar tidak harus keluar mengambil air di tempat lain. Sebab, seluruh fasilitas hidran di lingkungan perusahaan tersebut dibuka secara maksimal, sehingga hal itu jelas mempercepat waktu, sehingga penggunaan air dari fasilitas itu bisa langsung dicampur dengan sabun berbusa merk tertentu.