Membuka Akses Jalan Keluar dari Objek Agrowisata Jolong Akan Segera Terwujud

0
48
Pengecoran untuk melebarkan akses ruas jalan keluar dari objek agrowisata Jolong, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong lewat Desa Pohgading, kecamatan setempat.(Foto:SN/dok-cip)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Paket pekerjaan peningkatan dua ruas jalan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, baik Beketel, Kecamatan Kayen ke Maitan, Kecamatan Tambakromo dan Jolong-Pohgading, Kecamatan Gembong, nyaris gagal. Sebab, sampai akhir Agustus lelang tender untuk paket pekerjaan tersebut, tidak ada tanda-tanda akan berlangsung.

Padahal pagu anggaran untuk pekerjaan tersebut cukup besar, masing-masing Rp 9 miliar untuk Beketel-Maitan. Sedangkan Jolong-Pohgading sepanjang 3,7 kilometer yang semula lebar akses jalan kurang dari 3 meter dilebarkan menjadi empat meter sebagai akses keluar dari objek agrowisata Jolong.

Dengan demikian, papar salah seorang pengawas lapangan dari Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Cipto, setelah akses jalan yang disebut terakhir jadi ditenderkan pada September, maka tentu akan berhasil dilebarkan sehingga fungsinya akan bisa lebih maksimal. ”Yakni, bagi warga yang ke Jolong harus melintas di ruas jalan masuk, dan saat keluar dari lokasi tersebut juga lewat di ruas jalan keluar, yaitu Jolong-Pohgading,”ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, adalah merupakan solusi maksimal, agar warga yang hendak ke luar dari Jolong harus bersimpangan dengan yang hendak masuk ke lokasi tersebut, mengingat akses jalannya selain sempit juga banyak tikungan, dan sisi kiri maupun kanannya jurang. Karena itu, bagi warga yang keluar dari Jolong dibuka khusus akses jalan keluar lewat Pohgading.

Ternyata warga yang dilewati akses jalan keluar dari Jolong ini merspons cukup baik, karena lokasi tempat tinggalnya dibuka akses jalan untuk keluar dari Jolong. Dengan demikian, bagi yang mempunyai hasil bumi seperti pisang, kopi, jeruk pamelo dan banyak buah-buahan lainnya bisa dijajakan di lapak maupun kios depan rumah.

Sampai saat ini, progres pekerjaan dengan hari kalender yang sangat terbatas ini karena hanya sampai 25 Desember 2021 sampai Sabtu (20/November) lalu sudah mencapai 35 persen. ”Akan tetapi, Pak Samijan salah seorang perencana dan pengawas lapangan harus menerima kondisi sial, karena terjatuh bersama motornya dari ketinggian tiga meter dari lokasi yang dilakukan penggalian pasangan talut,”imbuhnya.