Tumpukan ”Sangkrah” di Bendung Bertek Dibersihkan

0
54
Menggunungnya tumpukan ”sangkrah” yang berhasil diambil dan dibersihkan operator ekskavator jenis loader dari hulu Bendung Bertek, di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo mulai, Jumat (29/Oktober) kemarin hingga Sabtu hari ini.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Cepat tanggapnya pihak Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, maka menumpuknya berbagai jenis ”sangkrah” di hulu Bendung Bertek, di Desa Dadirejo, Kecamatan Margirejo secepatnya berhasil dibersihkan. Hal itu dimulai Jumat (29/Oktober) kemarin, hingga Sabtu (30/Oktober hari, dan untuk keperluan itu dikerahkan pula sejumlah tenaga manual.

Tugasnya selain, membersihkan bagian ”sangkrah” yang kecil-kecil juga akan membantu operator ekskavaor jika harus mengambil potongan batang kayu maupun pokok rumpun bambu, tapi ”tangan” ekskavator loader itu tak mampu menjangkaunya. Dengan demkian, tenaga tersebut harus turun ke alur kali baik di hulu maupun di hilir bendung terdapat materia buangan dari kawasan hulu alur kali tersebut.

Batang kayu atau material lainnya itu, papar operator alat berat itu, Agung, terlebih dahulu harus diikat dengan tali, kemudian ditarik menggunakan ekskavator ini naik ke darat, atau jika ”sangkrah” itu sulit diangkat, maka pihaknya pun menggunakan jangkar pengait. ”Melalui upaya tersebut, barulah material buangan bisa diangkat ke darat,”ujarnya.

Tumpukan ”sangkrah” yang tadi pagi masih menutup hulu bendung dan juga yang sudah lepas ke hilir sebelum dibersihkan.(Foto:SN/aed)

Dengan diangkatnya ”sangkrah” itu lebih cepat atau mulai kemarin, lanjutnya, ternyata apa yang diperkirakan pihaknya tidak salah. Ternyata, semalam sekitar pukul 19.00 kembali turun hujan cukup deras, sehingga ancaman hanyutnya berbagai jenis ”sangkrah” ke bendung lewat alur Kali Lengkowo itu tetap berlanjut, karena kondisi seperti itu di bagian hulu memang sudah sering terjadi akibat pembuangan berbagai meterial tersebut terus dilakukan.

Akibatnya, jika terjadi hujan deras di kawasan hulu berbagai jenis ”sangkrah” tersebut ikut hanyut, dan banyak yang menyangkut di hulu bendung maupun jembatan. Karena itu, kemarin pihaknya terlebih dahulu harus membuka tumpukan ”sangkrah” di hulu bendung, sehingga saat turun hujan gelontoran air kali membawa material itu bisa ikut hanyut ke hilir.

Jika tidak, maka dampak yang ditimbulkan adalah macetnya ”sangkrah” dari hulu yang tidak bisa hanyut karena tertutup ”sangkrah” lainnya. ”Dengan demikian, maka material buangan tersebut semakin bertambah panjang ke arah hulu bendung, maka untuk membersihkannya akan semakiin sulit,”imbuhnya.