Pemerintah Tindaklanjuti Video Anak yang Tendang Neneknya Viral di Medsos

0
764
Dinsos pati sedang melakukan pendampingan dan berdialog kepada sang nenek, Sabtu (30/10/2021).

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sebuah video viral di TikTok memperlihatkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang anak terhadap neneknya di Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota, kini sudah direspon oleh pemerintah setempat.

Dalam tindakan itu, terlihat seorang anak marah kepada neneknya yang pada waktu itu sedang menjemur pakaian dan tubuh sang nenek ditendang (lalu masuk ke rumah).Ketika itu, sang anak juga membawa sebuah golok.

Sejumlah stakeholder terkait mulai dari Pemdes Blaru, Forkopimcam, Dinas Sosial melakukan rapat bersama menyikapi kasus ini di Balaidesa Blaru, Kecamatan Pati, Sabtu (30/10/2021).

Dinas Sosial Kabupaten Pati, sedang mengupayakan langkah terkait penanganan kejadian ini. Pihaknya akan memediasi anak yang bersangkutan, sang nenek, kedua orang tua. Mencari titik temu solusi persoalan tersebut.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos pati, Etik Trihartanti saat mengunjungi keluarga tersebut memperoleh informasi bahwa anak yang bersangkutan mengalami gangguan psikis tersebut lantaran dipicu faktor perceraian orang tuanya.

“Yang penting menyikapi bagaimana kondisi sang anak terlebih dahulu, nanti kedua orang tuanya dipanggil untuk kita mediasi,” ujarnya.

Pasalnya, anak masih di bawah umur baru menginjak 10 tahun. Dan terkait membawa senjata tajam (golok) sang anak tidak berniat menyakiti si nenek.

Hal tersebut diungkapkan neneknya, Sulastri. Ia menceritakan bahwa perubahan sikap tersebut seusai perceraian kedua orang tuanya.

Ketika masih hidup bersama, permintaan sang anak selalu dituruti seketika. Kemudian, lanjutnya setelah bercerai ikut bersama nenek dengan keterbatasan ekonomi kehidupan berubah.

Saat di video yang memperlihatkan ditendang lantaran sang anak meminta uang namun tidak diberi karena tak ada.

“Minta uang untuk beli pakan kucing, tapi tidak punya (uang). Kemudian mau beli charger juga sama dijanjikan dikasih uang setelah punya. Tetapi anak marah itu,” ujarnya.

Terkait dengan kejadian ini, Dinsos beserta Forkopimcam dan Pemdes Blaru bakal mempertemukan kedua orang tuanya dengan anak pada pekan depan.