Selesai Lomba Dalang Anak; Perlu Segera Diikuti Lomba Karawitan Anak Pula

0
85
Salah satu kelebihan anak-anak sekarang meskipun baru duduk di bangku SD juga sudah ada yang bisa menabuh gamelan.(Foto:SN/dok-aed)

SAMIN-NEWS.com, DAMPAK positif masuknya kegiatan pembelajaran oleh Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Pati, paling tidak sudah ada ratusan anak yang saat ini tahu tentang nama-nama unsur gamelan. Tidak hanya itu, bahkan mereka pun sudah bisa menabuhnya secara kolektif dalam bentuk iringan, karena mereka juga masuk dan menjadi bagian dalam pembelajaran seni pertunjukan ketoprak.

Dengan demikian, jika pihak yang berkompeten seperti Pepadi selesai menggelar Lomba Dalang Anak dan Remaja, dan bahkan itu diselenggarakan tiap tahun, mengapa tidak segera menindaklanjutnya dengan Lomba Karawitan Anak dan Remaja. Sebab, dalam unsur seni pertunjukan seperti wayang maupun ketoporak tentu tidak akan berhasil maksimal jika tidak ditopang dengan iringan karawitan atau tabuhan gamelan.

Karena itu, iringan gamelan ini mutlak dibutuhkan sehingga hadirnya para penabuh gamelan ini juga perlu dipersiapkan sejak awal, dan sekarang sudah mulai dicakup dalam proses pembelajaran GSMS. Akan tetapi, mengapa tidak ada pihak yang berkompeten lainnya memikirkan atau menindaklanjutinya, untuk memberikan penghargaan kepada anak-anak ini.

Penghargaan tersebut tentu saja, upaya untuk mengajak mereka berkompetisi mengadu kemampuan dan kelebihan di antara anak-anak ini sebagai penabuh gamelan. Sehingga yang perlu dilakukan, adalah menggugah kesadaran pihak-pihak yang berkompeten dalam menghargai kemampuan anak-anak ini, karena hal itu adalah menjadi bagian dari upaya menghargai budaya leluhur.

berdasarkan pertimbangan tersebut, tentu pihak yang berkompeten merasa mempunyai tanggung jawab untuk menyelenggarakan lomba menabuh gamelan atau lomba karawitan anak-anak. Sebagai pelengkapnya dalam lomba tersebut lebih baik disertakan pula lomba pesinden atau waranggana sebagai penghargaan atas kemampuan mereka dalam setia menekuni profesinya meskipun dari sisi usia sudah tidak muda lagi.

Khusus yang disebut terakhir, tujuannya tak lain adalah menggugah ketertarikan kalangan remaja untuk belajar menjadi waranggana, sehingga kehadiran mereka jangan hanya sekadar saat dibutuhkan melainkan ada upaya juga untuk melakukan regenerasi. Apalagi, jika melihat para perempuan dari manca juga sudah banyak yang tertarik menjadi waranggana, sehingga kita yang mempunyai seni budaya itu merasa malu.

Atas kondisi tersebut, tentunya kita akan menghadapi penyesalan sampai pada masa anak cucu kita jika akar budaya luhur kita terebut dari negeri sendiri, dan beralih ke negeri manca. Sehingga kapan lagi kita mulai menanamkan kebanggaan kepada anak-anak kita yang sudah bisa mulai menabuh gamelan, dan untuk memamerkan kebanggaan itu tentunya melalui proses kompetisi atau lomba menabuh gamelan, ya lomba karawitan anak-anak.

Siapa atau lembaga mana yang berani memulai? Kita tunggu !!