FRPB Pati Masih Peduli Membagikan Masker Kepada Pengunjung Kawasan Waduk Gembong

0
55
Sejumlah anggota Forum Relawan Peduli Bencana (FRPB) Pati berfoto bersama sebelum membagikan masker kepada pengunjung kawasan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong (atas). Pembagian masker kepada para pengunjung kawasan tepian Waduk Seloromo, Minggu (24/Oktober) sore kemarin (bawah).(Foto:SN/dok-kun)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam hal penanganan penyakit untuk pepatah kuna tetap relevan untuk dilaksanakan, yaitu ”lebih baik mencegah ketimbang mengobati.” Hal itulah yang mendorong kepedulian anggota Forum Relawan Peduli Bencana (FRPB) Pati, untuk selalu berupaya mencegah agar di masa pandemi yang belum berakhir ini Covid-19 tidak menyebar lagi.

Kendati sekarang secara alami virus tersebut mulai menghilang, tapi kewaspadaan setiap warga tetap diperlukan untuk menjaga diri masing-masing dengan tidak berkerumun, dan selalu memakai masker. Apalagi, belakangan ini tempat-tempat yang menjadi pusat berkumpulnya orang seperti di kawasan tepian Waduk Seloromo Desa/Kecamatan Gembong, bila sore hari kembali berlangsung.

Padahal, papar salah seorang personel dari FRPB Pati, Kunarto, sampai sekarang masih berlangsung ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan bahkan Pati pun masih berada pada level 3. ”Terlepas dari hal tersebut selama masa pandemi Covid-19 belum secara resmi dinyatakan berakhir, minimal untuk sementara lebih baik kita menghindari kerumunan,”tandasnya.

Minimal, lanjutnya, kepatuhan untuk memakai masker saat melakukan kegiatan atau harus bertemu dengan orang lain tentu akan lebih baik, agar secara tidak langsung masing-masing saling melindungi. Akan tetapi kondisi di lapangan, hal itu sudah banyak yang diabaikan atau barangkali sudah merasa kebal karena sudah mendapat suntikan vaksin.

Karena itu, pihaknya yang beberapa personel juga tergabung dalam relawan Tim Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19, Minggu (24/Oktober) kemarin sore bergerak ke lokasi kawasan Waduk Seloromo, Desa/Kecamatan Gembong. Sebab, banyak pengunjung berkumpul untuk menikmati suasana sore menjelang terbenamnya matahari di balik punggung sisi timur Lereng Muria jumlahnya tidaklah sedikit.

Mereka berkumpul bersama kelompok masing-masing, dan ternyata banyak di antara mereka yang sudah mengabaikan untuk memakai masker yang sebenarnya bukanlah hal berat. ”Berdasarkan kondisi tersebut, kami dari FRPB tetap harus peduli untuk mendatanginya dan membagikan masker agar dipakai selama berada atau berkumpul di tempat yang ramai kunjungan orang,”imbuhnya.