PPKom Kondisikan Rekanan Bisa Kembali Mengerjakan Paket Pekerjaan Dermaga Tambat Perahu Nelayan

0
52
Material dan alat berat jenis ekskavator yang tidak sesuai spek teknik pekerjaan pemancangan mini sheet pile dermaga tambat perahu nelayan di kawasan TPI Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Dwi Endang Subekti, Senin (11/Oktober) 2021 kemarin, harus mengkondisikan rekanan pemenang tender paket pekerjaan perbaikan dermaga untuk tambat perahu nelayan, di kawasan TPI Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti. Pertimbangannya, rekanan yang bersangkutan sanggup menyediakan alat-alat untuk bekerja sesuai spek teknik, sehingga tidak menggunakan alat seperti sebelumnya.

Dengan demikian, papar PPKom tersebut, rekanan sanggup mendatangkan kelengkapan peralatan tripot dan juga alat pemukul untuk memancangkan mini ”sheet pile.” Sebab, dari panjang dermaga yang diperbaiki 68 meter (bukan 78 meter), masing-masing ada material tersebut harus ditanam dengan cara disambung dua batang, dan bahkan ada pula yang tiga batang sehingga tidak bisa jika cara pemancangannya menggunakan ekskavator.

Mengingat kesanggupannya untuk mendatangkan kelengkapan peralatan kerja yang dibutuhkan,  maka pihaknya harus mendapat kepastian kapan datangnya peralatan tersebut ke lokasi pekerjaan. ”Rekanan tersebut menyatakan kesanggupannya pada Rabu (13 Oktober) besok, kemudian akan langsung dilakukan setting, maka baru bisa bekerja maksimal hari berikutnya,”tandas Dwi Endang Subekti.

Penegasan sikap PPKom ini harus dilakukan, masih kata dia, hal itu mengingat, sisa hari kalender pelaksanaan tinggal sekitar 30 hari terhitung sejak Minggu (10 Oktober) lalu hingga 10 November mendatang. Jika kelengkapan peralatan tidak bisa disediakan, maka pihaknya pun akan terpaksa memutus kontrak pelaksanaan tersebut, karena kalau pekerjaan dilaksanakan seperti sebelumnya bisa dipastikan tidak akan selesai.

Jika pemutusan kontrak harus dilakukan karena hasil pekerjaan juga belum bisa dilakukan progres, dampaknya tidak hanya rekanan yang harus menderita kerugian, tapi juga masyarakat nelayan yang harus memanfaatkan dermaga tambat tersebut. Sebab, dengan kondisi hasil pekerjaan seperti itu jelas tidak bisa dimanfaatkan, termasuk pihaknya juga sangat dirugikan, sehingga untuk sementara mengambil langkah-langkah kooperatif.

Dengan kata lain, jika ternyata sampai besok rekanan tidak bisa memenuhi kelengkapan peralatan untuk bekerja sebagaimana yang menjadi kesanggupannya, maka kelanjutan pekerjaan tetap harus dihentikan. ”Sebab, dilanjutkan jika sistem bekerjanya dalam memasang sheet pile seperti tidak akan selesai, dan masih ada pekerjaan lain yang tidak kalah menuntut waktu, yaitu pembuatan cetak sementara beton, dan perangkaian besi plat dermaga,”ujarnya.