Menyambangi Relawan Tim Pemakaman Covid-19 di Pati

0
47
Mbah Ali alias Mbah Anggur Ketua Tim Relawan Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19 yang juga Ketua Tim SAR Tunggul Wulung dari wilayah Pati utara.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Selain tim organik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati adalah sebagai pihak yang selama ini harus memakamkan jenazah standar prokol Covid-19.  Karena itu, setelah Pati sudah tidak ada lagi warga yang meninggal dan dimakamkan dengan standar protokol tersebut, maka tim yang bersangkutan kembali masuk kerja seperti di waktu-waktu sebelumnya.

Akan tetapi, bagaimana dengan personel tim yang lain atau mereka yang tergabung dalam tim relawan tentu kembali, menjalani kegiatan seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Seperti dari Tim Relawan Tunggul Wulung yang berpusat di kawasan pesisir utara Pati, atau tepatnya di Dukuh Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti, kini banyak yang harus berangkat melaut, dan ada di antara mereka yang juga kembali sebagai petani.

Khusus yang disebut terakhir, papar Ketua Tim Relawan Tunggul Wulung, Mbah Ali alias Mbah Anggur, saat-saat pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 mulai berkurang di akhir Agustus lalu bagi yang sebelumnya petani memanfaatkan waktu luang untuk menanam semangka. ”Sekarang sudah selesai memanen, dan sudah barang tentu juga mempersiapkan kegiatan menanam padi,”papar Mbah Ali.

Tim dari Forum Relawan Peduli Bencana (FRPB) Pati, setelah tidak ada lagi kegiatan pemakaman menyempatkan refreshing ke Tawangwangu, dan berkunjung ke BPBD Karanganyar, Sabtu (9/Oktober) 2021 lalu.(Foto:SN/dok-tik)

Sedangkan dia sendiri bersama beberapa personel, lanjutnya, mempersiapkan kelengkapan dan membenahi peralatan SAR lainnya yang mengalami kerusakan. Sebab, dengan akan berakhirnya musim angin timur, maka akan segera berganti dengan berlangsungnya musim angin barat yang biasanya banyak terjadi kecelakaan di laut.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengharap agar pada saat musim barat nanti kondusi cuaca di laut tidak terlalu ekstrim. Sedangkan yang berkait dengan jumlah jenazah dimakamkan standar protokol Covid-19 sejak akhir Juni 2021, untuk wilayah Pati utara masih sebanyak 135 jenazah. ”Hal itu sampai batas waktu  benar-benar tak ada lagi pemakaman,”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua FRPB Pati Sutiknya dalam kesempatan terpisah menuturkan, setelah tim FRPB tidak lagi melaksanakan pemakaman jenazah standar Covid-19, sekarang ini sudah merasa lega. ”Karena itu, kami pun mengajak tim untuk refreshing ke Tawangwangu, sekalian mengunjungi teman-teman di BPBD Karanganyar,”ujarnya.