Haryanto Nilai Program TMMD Mampu Tekan Biaya Pembangunan Infrastruktur

0
10
Acara penutupan program TMMD Tahap III di Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo oleh Bupati Pati Haryanto, Kamis (14/10/2021)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Program TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo dan Wedusan Kecamatan Dukuhseti secara resmi ditutup oleh Bupati Pati Haryanto, di Desa Karangawen, Kamis (14/10/2021).

Kegiatan ini dihadiri oleh Dandim 0718/Pati, Wakapolres, OPD terkait, Dispermades, juga dihadiri perwakilan Kodam Diponegoro oleh Kolonel Ahsanal Haq.

Haryanto menyatakan program TMMD tahap III di Desa Karangawen yakni pengecoran jalan. Kolaborasi antara TNI-Polri bersama masyarakat secara gotong royong melaksanakan pembangunan jalan. Jika tidak ada program TMMD, kemungkinan besar hanya cuma pengerasan atau makadam.

Dengan dibangunnya infrastruktur di Desa Karangawen ini, agar mampu menopang serta mendukung pembangunan masyarakat desa. Mampu mengangkat potensi desa dan berpengaruh terhadap naiknya perekonomian masyarakat.

Kemudian, program TMMD secara signifikan berperan besar terhadap efisiensi biaya pembangunan. Pasalnya, menurut jika dikerjakan mandiri bisa membutuhkan biaya ratusan juta rupiah terkait dengan pengecoran jalan.

“Memang tujuannya untuk membuka akses ekonomi, kita kerjasama sudah lama agar biayanya bisa ditekan lebih sedikit dan mendapatkan manfaatnya yang besar,” kata Haryanto.

“Kalau tidak ada program ini bisa dikerjakan oleh rekanan nilainya bisa di atas 200 juta, tetapi ini alhamdulillah bisa kurang,” terangnya.

Lebih lanjut, kata dia dengan infrastruktur yang memadai, maka seperti misi pemerintah desa guna mengembangkan wisata desa akan semakin mudah diwujudkan. Akan tetapi, yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana infrastruktur yang sudah dibangun agar dirawat.

“Agar bapak Kades untuk tetap merawat dan memfungsikan, kalau tadi merintis desa wisata itu justru malah mendukung. Kalau hujan itu misalnya di sungai ditanami ikan, ada lomba pemancingan misalnya,” urai Haryanto.

“Ternyata desa punya potensi yang beda-beda untuk dikembangkan. Oleh karena itu masyarakat dibimbing, pasti bisa menuai hasil yang lebih baik. Apalagi ditopang dengan infrastruktur memadai,” pungkasnya.