Hadapi Perubahan Iklim, Mentan Ajak Petani Terapkan Strategi Riset dan Teknologi

0
13
Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo ajak hadapi Tantangan pangan terhadap perubahan iklim disikapi dengan penerapan riset dan teknologi

SAMIN-NEWS.com, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan seiring bertambahnya waktu tantangan pangan kini kian kompleks akibat dampak perubahan iklim. Meski demikian, ia meyakini tantangan tersebut bisa diatasi dengan penerapan sistem pertanian yang inovatif menggabungkan antara riset dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Mentan SYL saat perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41 di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/10).

“Merubah strategi pembangunan pertanian dengan menerapkan teknologi dan riset yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim,” ujarnya dilansir JPNN.

Ia menegaskan HPS bukan hanya sebatas program seremonial. Lebih dari itu, ia menyebut yakni sistem pertama yang tertata, terukur, terpola sehingga menghasilkan baik kualitas maupun kuantitas yang diharapkan.

Sebagai contoh adalah selama pandemi Covid-19, semua sektor di tanah air terpukul dan terjerambab pada penurunan. Akan tetapi, hal yang berbeda justru dialami sektor pertanian yang justru tumbuh positif kurun waktu pandemi.

Menurutnya, kunci keberhasilan menjaga kepastian keamanan pangan nasional ini adalah kerja keras semua pihak. Selain itu, angka pertanian pangan di Indonesia menunjukkan keberhasilan atas tindak lanjut program HPS.

“Kuncinya yakni pertama ialah koordinasi pengawasan yang sistematis yang dikawal dengan disiplin. Kedua, HPS bukan seremonial, bukan proyek tetapi edukasi tentang program terukur, cara, dan tatakelola hulu-hilir pertanian,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan ekspor pada sektor pertanian. Pada periode Januari-September 2021, ekspor pertanian mencapai Rp 450 triliun dan tumbuh 45,36 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020, yang nilai ekspornya mencapai Rp 309,58 triliun.