Gusdurian Kembali Ikut Memaksimalkan Capaian Vaksinasi di Pati

0
42
Antrean untuk mendapatkan suntikan vaksin dengan urut kacang di Kelenteng Hok Tik Bio Pati, Kamis (7/Oktober) 2021 hari ini (Foto;SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kelompok Gusdurian Pati, Kamis (7/Oktober) 2021 hari ini kembali lagi berupaya memaksimalkan agar warga Pati yang sudah mendapat suntikan vaksin tiap hari terus bertambah. Dengan demikian, pemberian vaksinasi juga dimulai di kalangan remaja usia antara 15 s/d 17 tahun.

Dengan bertambahnya warga yang mendapatkan vaksinasi, harapannya agar dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Pati minimal bisa kembali ke level 2  (dua) seperti sebelumnya. Bukan seperti sekarang yang harus kembali ke level 3 (tiga), karena disebut-sebut capaian vaksinasinya masih belum maksimal, yaitu sekitar 30 persen dari jumlah penduduk yang harus mendapat suntikan vaksin tersebut.

Dengan kata lain, papar Koordinator Gusdurian Pati, Eddy Siswanto, kembalinya Pati dalam PPKM di level tiga bukan karena ada warga yang terpapar Covid-19 yang dirawat di rumah sakit maupun harus menjalani isolasi. Faktor bergesernya kembali pada level 3 (tiga), hanya semata-mata karena cakupan capaian vaksinasi memang belum maksimal.

Karena itu, lanjutan serbuan pemberian suntikan vaksin tersebut harus terus digenjot agar benar-benar bisa mencapai paling sedikit dalam bulan ini bisa mencapai 50 persen dari jumlah penduduk yang harus mendapatkan alokasi untuk dilakukan vaksinasi. ”Sedangkan Gusdurian hari ini bekerja sama dengan jajaran tenaga kesehatan (Nakses) dari Puskesmas Pati I, bisa memberikan suntikan kepada 1.000 warga,”tandasnya.

Kalangan remaja yang mendapat suntikan vaksin pertama, di Kelenteng Hok Tik Bio Pati (Foto:SN/aed)

Dari jumlah target sasaran sebanyak itu, lanjutnya, masing-masing dari kalangan remaja yang mendapatkan vaksin pertama 500 orang dan kalangan umum mendapatkan vaksin kedua juga 500 orang. Di sisi lain, dalam pelaksanaan vaksinasi kali ini pihaknya tidak lagi melakukan pendaftaran lewat kontak personel, melainkan seluruh peserta begitu datang langsung mendaftarkan diri pada petugas registrasi.

Selesai dari tempat ini, peserta vaksinasi baru masuk ke lingkungan kelenteng untuk dicek suhu badan dan juga tekanan darahnya. Selain itu untuk kalangan remaja tetap harus didampingi orang tua atau pihak yang mewakilinya, dan untuk masuk ke dalam antrean pun bukan berdasarkan nomor urut, melainkan memang harus antre urut kecang dengan menunggu di tempat duduk yang disediakan.

Sebelum antrean urut kacang sampai pada gilirannya, terlebih dahulu mereka masih harus mengantre dengan berdiri. Selesai dilakukan pengecekan kondisi tubuhnya, mereka pun naik ke serambi kelenteng untuk mendapatkan suntikan, ternyata dengan sistem tersebut pelaksanaannya justru lebih cepat, sehingga yang baru mendaftar lewat telepon pun bisa dilayani.

Akan tetapi dengan satu catatan, sepanjang persediaan vaksin masih cukup tersedia maka pemberian suntikan tetap dilakukan, sehingga mereka pun dengan sabar tetap menunggu, dan tidak khawatir jika sampai tidak terlayani. ”Kendati harus berlangsung sampai siang hari, tapi target sesuai sasaran bisa terpenuhi,”imbuh Eddy Siswanto.