Ditemukan Klaster Covid-19, Ketua Komisi X Minta PTM tetap Berjalan

0
20
Ilustrasi PTM terbatas oleh anak didik. Foto: dok. Kemendikbud Ristek

SAMIN-NEWS.com, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mencatat ada kasus klaster Covid-19 saat penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Ada beberapa daerah yang ditemukan terjadi klaster Covid-19 PTM terbatas di sekolah.

Kemendikbud Ristek mengatakan sedikitnya 2,8 persen atau setara 1.296 sekolah terjadi klaster Covid-19 saat menjalani PTM terbatas. Angka ini diperoleh dari survei yang dilakukan dari 46.500 sekolah hingga 20 September 2021.

Kendati demikian, Ketua Komisi X, Syaiful Huda mengharapkan adanya klaster Covid-19 saat PTM adalah sebagai bahan evaluasi pemerintah. Evaluasi terkait bagaimana mencari solusi terbaik di tengah penerapan PTM.

Meski ditemukan klaster, ia tidak ingin pemerintah daerah secara serta merta menutup PTM terbatas pada sekolah. Alih-alih menutup, namun Pemda diminta melakukan pemetaan. Pasalnya PTM ini merupakan sarana penting bagi anak didik setelah pembelajaran daring sebelumnya.

“Kita berharap Pemda melakukan mitigasi dibantu oleh Kemendikbud dan dinas pendidikan untuk dilakukan langkah-langkah perbaikan,” ujarnya saat rapat bersama Komisi X dengan Dinas Pendidikan, Kamis (23/9/2021).

Ia menilai persentase tersebut terbilang relatif kecil dibanding dengan jumlah anak didik di saat yang sama mengikuti PTM terbatas di masing-masing sekolah. Justru, kata dia, penyebaran Covid-19 lebih beresiko di luar PTM.

“Ketika ada klaster sekolah yang jumlahnya sekitar 1.200 kurang lebih, itu angka persentase yang kecil dibanding dengan ketika ada tingkat penularan hampir 350.000 anak-anak itu di luar PTM, di luar pelaksanaan,” ungkapnya dilansir Kompascom.