TBM Omah Buku Kosmasari Sosialisasi Kampung Literasi di Dinas Arpusda

0
18

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pengurus Taman Baca Masyarakat Omah Buku Kosmasari (TBM OBK) melakukan audiensi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Pati dalam acara Sosialisasi Kampung Literasi, Rabu (25/8/2021).

Dalam pemaparannya, Walid Taufiq selaku pengurus TBM menyatakan dalam hal literasi masyarakat meliputi unsur literasi finansial, budaya dan kewargaan, baca tulis, digital, numerasi hingga literasi sains.

Nanti, menurut Walid Kampung Literasi TBM Omah Buku Kosmasari menggarap empat literasi, di antaranya literasi finansial, kewarganegaraan, baca tulis dan literasi digital. Adapun teknisnya meliputi setidaknya 12 kegiatan.

Sementara Kepala Dinas Arpusda yang diwakili Kabid Perpustakaan, Arif Fandillah menyatakan dukungannya apa yang bakal menjadi program kegiatan oleh TBM Omah Buku Kosmasari dengan berbagai kegiatan untuk meningkatkan literasi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Arif memberi masukan terkait dengan pelaksanaan Kampung Literasi, di antaranya adalah membuat skala prioritas dari macam-macam kegiatan. Sebab, hal tersebut menyangkut persoalan efektivitas anggaran juga waktu.

“Membuat skala prioritas kaitannya efektivitas melihat anggaran dan waktu, fokus program yang paling urgent,” ujarnya.

Menurutnya, selain itu tentunya anggaran dari Mendikbud Ristek untuk program Kampung Literasi harus dibelanjakan untuk keperluan pengadaan barang.

“Anggaran 50 juta dari Mendikbud itu nilai yang kecil, (apalagi) dibebani sarpras, terlebih tempat milik masyarakat bukan milik sendiri. Fasilitas kurang, makanya harus anggaran untuk keperluan fasilitas/sarpras,” imbuhnya.

Sugiri yang dulunya Pustakawan Arpusda menambahkan, bahwa Dinas Arpusda akan siap memberi pinjaman buku melalui program Silang Layang. Bahkan, ke depannya bisa saja menyuplai bahan bacaan untuk TBM Omah Buku Kosmasari yang nantinya bisa dibaca oleh masyarakat.

Rencananya, akan membuat kotak tempat hibah buku serta buku tersebut akan disalurkan kepada TBM hingga perpustakaan desa.

“Pembuatan box (di Dinas Arpusda) untuk istilahnya dibantu untuk tbm dan perpusdes, misalnya dari box akrilik. Nanti diinisiasi lbih awal dari Arpusda dulu,” katanya.