Membahas PPKM di Tengah Kebosanan yang Mendalam

0
13

JUJUR di dalam hati dan pikiran, saya memang telah begitu jengah untuk sekedar mendengar atau pun membahas isu terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sebab sudah berapa kali pemerintah memperpanjang kebijakan tersebut tanpa dibarengi dengan langkah taktis dalam meredam penyebaran Covid-19.

Secara teknis PPKM memang diperpanjang, meski begitu, secara esensi perpanjangan tersebut nyatanya tidak begitu membawa pengaruh apapun kecuali berhasil menaikkan tensi darah masyarakat.

Sejak awal, saya memang sedikit tidak setuju dengan regulasi PPKM. Mungkin bagi beberapa orang, ketegasan aparat menegakkan hukum menentukan keberhasilan penanganan pandemi.

Dengan begitu, secara tidak langsung asumsi publik tersebut tentu mengiyakan aksi penghukuman demi menegakkan peraturan yang telah diterobos oleh para pelanggar.

Hamat saya, dari pada mendorong kepatuhan masyarakat dengan paksaan, masyarakat lebih membutuhkan opsi peraturan cerdas (smart regulation) dalam kebijakan.

Karantina wilayah atau yang biasa kita dengar sebagai Lockdown tentu berbeda dengan PPKM yang biasa kita saksikan di Indonesia.

Karantina wilayah adalah langkah membatasi mobilitas dan aktivitas warga sambil memenuhi kebutuhan pokok semua warga yang dikarantina. Hal ini adalah sebuah contoh kebijakan cerdas yang sudah kita miliki tapi sayangnya tidak kita terapkan.

Selain terbukti efektif menurunkan penularan virus di banyak negara, pendekatan tersebut juga lebih ramah dalam membentuk perilaku patuh masyarakat.

Sebab naluri manusia pada dasarnya tidak menyukai paksaan sehingga dalam praktiknya jenis kebijakan demikian rentan memicu penolakan. Terlebih ketika ketidakpercayaan pada kinerja otoritas presentasenya begitu tinggi.

Hanya saja, kekurangan dari metode karantina wilayah adalah mahalnya ongkos kebijakan. Terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Yah, apapun kebijakan yang diambil pemerintah. Semoga saja hal tersebut merupakan langkah yang sudah diperhitungkan positif dan negatifnya. Saya sendiri sudah terlalu muak dengan PPKM yang kian hari semakin membuat kita menjerit.