Kemarin Tim Hanya Memakamkan Dua Jenazah Kiriman dari Daerah Lain

0
31
Tanda tangan laporan oleh kepala desa atas selesainya tim melaksanakan pemakaman berlangsung di kuburan adalah hal biasa, sehingga yang tidak membawa stempel harus kembali ke rumah/kantor.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kendati sampai Senin (9/Agustus) kemarin, Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, harus kembali memakamkan  jenazah standar protokol Covid-19, tapi mereka tetap merasa lega. Sebab, dua jenazah tersebut semua kiriman dari daerah lain sehingga yang dari Pati sendiri tidak ada.

Lagi pula, satu di antara dua jenazah yang kiriman dari Batang ke Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, justru bukan tim BPBD yang memakamkan melainkan dari tim kepolisian. Sebab, jenazah tersebut adalah anggota Polri aktif, sehingga tim BPBD tentu hanya memakamkan satu jenazah untuk wilayah Pati selatan.

Sebab, jelas Koordinator Tim Pemakaman BPBD Pati, Khayun Fulanun, sesuai laporan koordinasi tim Pati utara seharian penuh mulai dari pagi, siang, sore hingga malam hari tidak ada tugas melaksanakan pemakaman. ”Teman-teman utara, sedianya bermaksud ikut membatu apa yang bisa dilakukan dalam pelaksanaan evakuasi kapal tangker yang tenggelam di perairan Banyutowo, oleh Tim Airud,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjutnya, berkait hal itu tim yang hanya mempunyai kelengkapan SAR serba terbatas, jelas tidak ikut terjun ke lokasi. Sebab, hantaman ombak dan gelombang laut cukup tinggi mulai pagi hingga siang hari sehingga evakuasi baru dimulai mejelang sore hari, ataau saat gelombang besar mulai berkurang.

Terlepas dari hal tersebut, tim di bawah koordinator Mbah Ali ini tetap bersiaga di lingkungan TPI Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti. Sedangkan tim Pati selatan yang cukup memakamkan satu jenazah, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Puri, Kecamatan Pati, tentu lebih banyak kesempatan bisa beristirahat.

Adapun satu jenazah yang harus dimakamkan oleh timya, ternyata koriman dari Semarang sehingga hal tersebut sangat melegakan tim, karena hal itu sama saja tidak ada warga Pati yang meninggal dan harus dimakamkan standar protokol Covid-19. ”Demikian pula, untuk Selasa (10/Agustus) hari ini, untuk sementara ada satu jenazah yang harus dimakamkan standar protokol tersebut, di TPU Moyi, Kelurahan Pati Kidul, tapi kiriman dari Magelang,” imbuhnya.