Kemarin Diharapkan Sebagai Titik Awal Berhentinya Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19

0
128
Shalat jenazah di pinggir jalan depan makam, sebelum jenazah dimakamkan standar protokol Covid-19.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 baik di Pati utara maupun selatan, Rabu (11 Agustus) kemarin dari pagi, siang, sore hingga malam tidak lagi terjadi. Karena itu, jika hal tersebut  benar-benar  tidak berlanjut lagi, maka sudah sewajarnya Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daera (BPBD) maupun warga Pati, mencatatnya sebagai titik awal berhentinya pemakaman jenazah standar protokol itu.

Dengan demikian, kondisi tersebut menunjukkan bahwa warga yang positif terpapar dan harus dirawat di rumah sakit, jumlahnya sudah jauh berkurang atau banyak di antara mereka yang berhasil disembuhkan. Sehingga upaya berikutnya, semua warga tinggal mempertahankan diri dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Utamanya, papar Koordinator Pemakaman BPBD Pati, Khayun Fulanun, untuk sementara jangan menciptakan kerumunan yang menyebabkan terjadinya penyebaran virus Covid-19. ”Sebab, sampai saat ini daerah lain juga masih terjadi banyaknya warga terpapar, sehingga siapa tahu jika ada di antara mereka juga terpapar tapi tanpa gejala berada dalam kerumunan tersebut,” ujarnya.

Hal itu sama saja, lanjut dia, berbagai upaya yang harus dilakukan selama lebih dari satu setengah tahun ini kembali sia-sia, karena tinggal menunggu sampai berakhirnya masa pandemi tapi warga tidak bersabar. Karena itu, kesadaran dan kesabaran warga sangat dibutuhkan untuk terlebih dahulu jangan melakukan hal-hal yang memunculkan terjadinya kerumunan.

Apalagi, beberapa hari mendatang kita juga akan melaksanakan Peringatan Ke-76 Kemerdekaan RI yang biasanya sudah menjadi tradisi di kampug-kampung bagi sebagian orang, adalah menyelenggarakan malam tirakatan, tapi untuk sekarang lebih baik diadakan dulu. Sedangkan hal lain yang juga untuk sementara ditiadakan, adalah menyelenggarakan lomba-lomba dan hiburan yang bisa mengundang kerumunan massa.

Dengan kata lain, lebih baik bersabar dahulu ketimbang harus mengulang kondisi yang benar-benar menyedihkan dan menyebabkan hal-hal jungkir-balik yang membuat semua orang susah. ”Karena itu, sekali lagi agar kami bersama tim tidak harus tiap hari melakukan pemakaman jenazah standar protokol Covid-19, maka hari ini dan hari-hari selanjutnya benar-benar sudah tidak ada,” tandasnya.