SD 03 Ngemplak Kidul; Di Sela-sela Belajar Sistem Daring Juga Berlatih Ketoprak

0
82
Kepala SD 03 Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso, Sutomo dengan tekun dan cermat menunggui murid-muridnya yang berlatih menabuh gamelan bersama yang berlatih ketoprak, di tuangan SD setempat.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Bagi anak-anak Kelas IV dan Kelas V SD 03 Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso  yang sekolahnya menjadi sasaran program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), di tengah masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini, masih sedikit terhibur. Sebab, di luar pembelajaran secara daring, paling tidak dua kali dalam sepekan masih bisa bertemu dengan teman-temannya di sekolah.

Sebab, papar Kepala SD yang bersangkutan, Sutomo, sekolahnya mendapat tugas dalam pelaksanaan program GSMS, dan hal itu sangat tepat dengan profesi selain guru dia sendiri juga seorang seniman.  Karena itu bersama dua seniman yang masuk ke sekolahnya, tiap hari Selasa dan Kamis untuk melatih murid-muridnya, baik yang berlatih gamelan maupun seni pertunjukan ketoprak.

Hal tersebut tentu bisa sedikit mengurangi kerinduan sendiri sebagai seniman pertunjukan, baik tari maupun menyanyi dan melawak  yang selama ini tidak boleh menerima job pentas, utamanya di tempat warga yang sedang punya hajat maupun acara hiburan lainnya. ”Sudah satu setengah bulan ini, kami bisa mendampingi anak-anak berlatih gamelan dan juga berlatih ketoprak,” ujarnya.

Seniman dari seni pertunjukan grup Ketoprak Laras Budoyo Pati saat melatih anak-anak SD Ngemplak Kidul 03, Kecamatan Margoyoso.

Hal itu dibenarkan salah seorang seniman yang bertugas melatih gamelan anak-anak, Djaswadi, bahwa tugas ini dengan senang hadi dilakukan untuk mengenalkan anak-anak agar tidak lupa akan budayanya. Salah satu di antaranya, adalah mengenalkan mereka pada gamelan diserta dengan mengenalkan seni pertunjukan ketoprak sejak anak-anak.

Jika pemerintah menggerakkan seniman masuk sekolah, paling tidak anak-anak akan tersentuh dan mengenal akar seni-budaya. ”Harapannya, hal itu agar ada kesinambungan mereka bisa berlatih hingga sampai usia remaja, bukan berarti kelak nanti  mereka harus menjadi penabuh gamelan maupun  pemain ketoprak,” ungkapnya.

Paling tidak, ganti Nirwan Basuki menegaskan, jika anak-anak yang saat ini dilatih melalui program GSMS bisa sampai remaja, paling tidak bila ada acara di wilayah kecamatan atau minimal desa seperti sedekah bumi maupun keramaiman memperingati HUT RI, bisa dipentaskan tanpa harus mengundang grup ketoprak komersial. ”Saat ini kami melatih mereka untuk mementaskan cerita Jaka Kendil,” imbuhnya.