Perpanjangan PPKM Darurat, Pelaku Pariwisata di Pati Nyerah Kibarkan Bendera Putih

0
90
Konvoi bus dengan diberi tanda pengibaran bendera putih.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Pati sudah jengah dan menyerah terhadap kondisi saat ini. Pasalnya pemerintah resmi memperpanjang PPKM Darurat, dan hal itu berakibat pada kelangsungan usaha pariwisata.

Oleh sebab itu, pelaku usaha pariwisata ini melakukan aksi protes kepada pemerintah setempat. Aksi protes ini melalui konvoi bus dengan diberi tanda pengibaran bendera putih. Sebanyak 8 bus berkeliling mulai dari parkir bus taman kota, kemudian Jalan Kolonel Sunandar (Puri) hingga mengelilingi Alun-alun Pati dan kembali lagi ke parkir bis.

Pelaku pariwisata yang melakukan protes ini terdiri dari Asita Pati Raya, HPI Pati dan Pappari.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi protes ini, Kasiadi mengatakan pengibaran bendera putih sebagai tanda pelaku pariwisata sudah menyerah dengan keadaan dan kebijakan pemerintah. Kebijakan yang dimaksud adalah dengan adanya perpanjangan PPKM Darurat dan berimbas pada ditutupnya destinasi wisata.

“Aksi ini kita lakukan karena kami-kami ini menyerah, Bendera Putih kita kibarkan. Jadi kita tidak sanggup lagi kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini, terutama PPKM dan perpanjangannya,” ujar Kasiadi, Kamis (22/7/2021).

Dengan aksi protes yang dilakukannya itu, agar menjadi perhatian pemerintah dalam mengambil kebijakan. Pasalnya, saat ini pelaku pariwisata sudah kalap dengan adanya wabah pandemi.

Pihaknya berharap setelah usai PPKM darurat, segmen pariwisata diperhatikan dengan segala aturannya yang berpihak kepada pelaku usaha pariwisata. Bahkan, pihaknya meyakini dengan aturan itu, bisa meminimalisir dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Dengan tegas aturan itu akan dijalankan.

“Memang di masa Covid-19 khawatir kerumunan, tetapi saya kira bisa diatur. Tolong kami diberikan harapan hidup. Kita diberikan jalan jangan ditutup, kalau ada syarat kita ikutin,” katanya.

Jika aspirasi yang dilakukan ini juga tidak ada respon pemerintah, maka seusai perpanjangan PPKM darurat yakni tanggal 26 Juli, pihaknya menegaskan akan melakukan aksi serupa. Bahkan, menurutnya ada kejutan lagi dengan menaikkan tensinya.