Perkembangan Vaksinasi di Kabupaten Pati Capai 14 Persen

0
23
Vaksin covid-19 (Istimewa/Samin News)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Perkembangan capaian vaksinasi di Kabupaten Pati per Kamis, 22 Juli 2021 secara akumulatif menyentuh 14 persen. Capaian ini wajib terus digencarkan mengingat masih di bawah 20 persen dan pandemi belum usai.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Joko Leksono Widodo pada Dinas Kesehatan menyampaikan vaksinasi merupakan tanggung jawab atau bagian dari Satgas Covid-19 Kabupaten Pati. Pihaknya menyebut sejauh ini vaksin yang dipakai adalah Sinovac dari Kementerian Kesehatan.

Vaksin dari Kemenkes ini, lantas didistribusikan ke Dinas Kesehatan provinsi lalu ke Pemerintah Kabupaten Pati. Joko menjelaskan capaian vaksinasi pada sasaran pertama diperuntukkan bagi nakes, pelayan publik, lansia sudah 72%.

Sementara pencapaian pada sasaran kedua, katanya ada penurunan. Hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah peserta vaksinasi yang berasal dari usia 18 s/d 59 tahun dan rencana penambahan peserta vaksin usia 12 s/d 17 Tahun.

“Secara kumulatif di Kabupaten Pati kurang lebih baru mencapai 14%. Serupa dengan jabupaten lain di Jateng yaitu rata-rata masih di bawah 20 persen,” ujar Joko.

Menurut Joko, belum tingginya target vaksinasi di Kabupaten Pati disebabkan kurangnya petugas vaksinator dan terbatasnya dosis vaksin. Misalnya di Pati terdapat 82 tim vaksinator, tetapi tidak semuanya melakukan vaksinasi secara penuh.

“Dari 82 vaksinator yang efektif baru 60 tim. Sedangkan 22 tim lainnya masih jarang melakukan vaksinasi karena jumlah vaksin yang masih terbatas,” urainya.

Sementara itu, pihaknya melanjutkan di hari yang sama (22/7) tim Dinkes mengambil persediaan vaksin di Dinkes Jateng sebanyak 5000 vial dan TNI/Polri sebanyak 1200 vial. Dosis vaksin ini yang akan segera didistribusikan ke masyarakat.

Ia menambahkan angka kematian akibat Covid-19 di Pati relatif masih tinggi kurang lebih 4,8 persen. Namun, diakui sudah mulai menurun dan masih di bawah angka kematian nasional dengan nilai 5 persen. Sementara angka kesembuhan jauh relatif lebih tinggi.

“Sejak Sabtu, 17 Juli 2021 wilayah Pati mulai membaik dari zona merah menjadi zona oranye atau terjadi penurunan kasus. Meskipun demikian protokol kesehatan tetap harus dijalankan oleh segenap komponen selama situasi pandemi ini,” pungkas Joko.