Penggunaan ”Green Technology” untuk Mewujudkan Nilai Keadilan Sosial

0
105
Rizal Tri Bimantoro

ALAM memiliki nilai yang besar dalam membangun dan menentukan kelestarian lingkungan hidup, baik lingkungan hidup manusia maupun makhluk lainnya. Hal itu dikarenakan manusia hidup di dunia ini tidak dapat dipisahkan dari makhluk lainnya, seperti hewan dan tumbuhan.

Sebab, lingkungan yang ada di sekitar manusia merupakan lingkungan hidup bagi semua makhluk hidup. Menurut Adriboto (2002), lingkungan hidup adalah semua benda dan daya serta kondisi termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang yang mana manusia berada dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraaan.

Inti dari pengertian tersebut bahwa, Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di dalam lingkungan meruipakan suatu ruang yang ditempati berbagai makhluk. Oleh karena itu, manusia sepantasnya hanya memikirkan dirinya sendiri dalam pemantfaatan SDA. Sebab, manusia bukanlah faktor utama penentu kelangsungan dan kelestarian hidup.

Akan tetapi, manusia merupakan salah satu faktor, di mana faktor-faktor lainnya berupa faktor biotik, dan biotik merupakan faktor yang tanpa keterkaitan manusia, mereka dapat membuat lingkungan dan kelestarian hidup. Kenyataan ini dapat dijelaskan, bahwa kehidupan tanpa manusia dapat berjalan, tapi kehidupan tanpa makhluk lainnya selain manusia dapat berjalan dengan semestinya.

Hal tersebut dapat dilihat juga dari sebelum adanya manusia kelangsungan kehidupan alam berjalan dengan baik  tanpa ada kerusakan, dan sumber daya pun melimpah. Akan tetapi, setelah manusia memulai kehidupan di bumi ini, manusia mulai mengeksploitasi SDA secara besar-besaran dan tanpa menghiraukan apa saja dampak negatif yang ditimbulkan.

Kondsi itu masih ditambah dengan teknik dan perencanaan yang kurang baik, bukannya akan mendapatkan suatu hasil yang positif tetapi sebaliknya akan memunculkan suatu masalah atau bencana baru yang tidak terhindarkan. Dalam realitasnya manusia selalu memiliki keinginan yang besar untuk bisa memenuhi kepuasan hidup dan kebutuhan hidupnya.

Dalam hal seperti itulah yang sering menjadi pemicu manusia,  untuk memnguasai dan mengeksploitasi alam yang cenderung akan menimbulkan kerusakan, akibat sikap egoisme. Bahkan hal itu pun tanpa memperhatikan kelangsungan hidup lingkungan maupun ekosistem sekitar. Padahal kita sebagai manusia seharusnya melestarikan lingkungan dengan baik, karena manusia dengan lingkungan merupakan suatu hubungan yang saling mempengaruhi.

Berangkat dari latar belakang tersebut, green technology hadir sebagai solusi permasalahan dalam perkembangan teknologi dan pelestarian lingkungan alam yang menjadi fokus utama di era modern saat ini. Berbagai uoaya dan cara dilakukan oleh pemerintah, untuk beradaptasi  dengan zaman ini sebagaimana yang daoat dilakukan.

Di antaranya, yaitu penerapan konsep Green Technology teknologi hijau yang dapat diaplikasikan dalam upaya pengelolaan SDA untuk memuwujudkan nilai keadilan sosial. Berkait bagaimana konsep dan implementasi  green technology dalam pengelolaan SDA untuk mewujudkan  nilai keadilan sosial? dan bagaimana peran pemerintah dalamn pengelolaan SDA melalui green technology?

Konsep dan implementasi Green Technology itu merupakan teknologi yang dalam pembuatan dan implementasinya menggunakan bahan  baku ramah lingkungan, proses yang efektif dan efisien serta mengeluarkan limbah yang minimal. Dengan demikian, hal tersebut dapat mengurangi dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup.

Semua itu taki lain bertujuan, untuk memberikan kemudahan dan pemenuhan hidup manusia tanpa mengganggu keseimbangan alam. Adapun bentuk teknologi tersebut antara lain:

1. Machine learning open source, aplikasi ini juga merupakan salah satu yang diluncurkan oleh                Google, platform ini bekerja sebagai alat untuk mencegah pembalakan liar di hutan-hutan. Cara            kerja aplikasi ini adalah menempatkan ponsel modekl lama di atas pohon-pohon  untuk merekam            suara di hutan untuk mengenali suara gergaji mesin, yang kemudian bila ponsel merekam suara              adanya suara gergaji mesin di hutan, maka notifikasi secara instan akan terkirim ke penjaga atau              polisi hutan untuk menagamankan area hutan.

2. Global Foorest Watch, aplikasi yang dibuat hasil  kerjasama para peneliti dari University Maryland         dan Google Inc. Meluncurkan suatu aplikasi yang digunakan untuk memonitoring  habitat liar, baik         flora maupun fauna. Cara kerja aplikasi ini, yaitu melakukan pemetaan hutan global secara                     kronologis dengan menguantifikasi atau menghitung luas hutan di dunia, dan bagaimana                         perubahannya danb telah memonitoring sejak 2009, untuk keperluan mengawasi dan memanatau             habitat liar. Contoh bentuk yang lain seperti, Environenmental Insights Explorer, Heartbeat of the       Earth, dan lain-lain.

Peran pemerintah dalam merabcang dan membangun suatu teknologi ramah lingkungan atau Green Technology di dalam masyarakat sosial, harus melibatkan berbagai unsur-unsur pendukung, termasuk masyarakat itu sendiri. Pemerintah dapat berperan dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan, dan pengembangan yang dapat dilakukan di antaranya:

1.  Teknologi tepat guina, di mana teknologi tersebut dapat diartikan sebagai teknologi yang berupaya          dalam penggunaannya sesuai dengan tujuannya, baik dilihat dari aspek biofisik dan aspek                        psikososial. Aspek biofisik merupakan aspek  yang melihat daru dampak yang diberikan dari                  penggunaan teknologi ramah lingkungan pada kesehatan, iklim, keanekaragaman hayati, dan                  ekologi.

Sedangkan aspek psikososial melihat dari sudut pandang sosial, poltik, ekonomi, dan budaya.                  Karakteristik teknologi tepat guna sendiri seperti pengaplikasian teknologi memungkinkan bagi              alam, untuk memulhkan dirinya sendiri secara alami maupun adanya campur tangan manusia.

2.   Teknologi bersih, yaitu meripakan suatu konsep teknologi yang mengharuskan pengelolaan dan               pemanfaatan  yang dilakukan masyarakat dapat lebih efektif dan efisien, dengan tetap menerapkan        3R (recycle, reuse, dan recovery). Konsep ini diharapkan dapat meminimalisur limbah.

Simpulannya, kegiatan pelestarian sumber daya alam sangatlah penting, karena sumber daya alam memiliki  peran yang banyak dalam kehidupan semua makhluk hidup termasuk manusia. Peran sumber daya alam bukan hanya pada sektor ekonomi saja tetapi juga sosial, budaya, serta politik.

Oleh sebab itu, manusia tidak  dapat dipisahkan dengan sumber daya alam, sehingga dalam upaya pengelolaan sumber daya alam pemerintah fdaoat melakukan upaya optimalisasi dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Selain itu juga menerapkan aspek-aspek konservasi lingkungan, untuk mewujudkan nilai keadilan sosial.

Adapun saran kepada pemerintah, diharapkan dapat bekerja sama dengan masyarakat dan lebih peka terhadap lingkungan, serta lebih memberikan kontribusi nyata. Utamanya, yaitu pada bagian pengelolaan sumber daya alam melalui green technology untuk mewujudkan nilai keadilan sosial.

(Rizal Tri Bimantoro, Prodi Pendidikan IPS semester 2 Universitas Negeri Semarang)