Masyarakat Takut Ikut Vaksinasi Nilai Dampak Negatif Menyertai

0
28
lustrasi foto vaksin Covid-19

SAMIN-NEWS.com, PATI – Barangkali hampir terjadi di beberapa tempat bahwa masyarakat umum takut mengikuti vaksinasi. Padahal vaksinasi itu sekarang ini digunakan dalam berbagai keperluan misalnya perjalanan maupun untuk mengambil bantuan sosial.

Kondisi itu juga terjadi di wilayah Cluwak, banyak masyarakat tidak mau divaksin. Beredarnya informasi diberbagai media sosial turut mempengaruhi pemahaman masyarakat terhadap vaksinasi itu. Seperti ada dampak negatif pasca vaksin bahkan merenggut nyawa.

Hal tersebut diakui oleh Camat Cluwak, Agus Purwanto. Pihaknya membenarkan reaksi warganya itu pro kontra terhadap akselerasi vaksinasi. Sebagian mau ikut vaksin, dan sebagiannya lagi takut.

“Ada beberapa masyarakat desa yang takut untuk ikut vaksinasi dan gak mau,” ungkap Camat Cluwak Agus Purwanto kepada Samin News belum lama ini.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pati melalui DKK menyatakan capaian vaksinasi di daerah masih rendah. Vaksinasi yang ditujukan kepada elemen masyarakat, mulai nakes, pelayan publik lansia hingga masyarakat rentan ini tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan.

Data vaksinasi per Kamis (8/7), pemberian vaksin dosis pertama sebanyak 116.214 orang atau hanya 11,17 persen. Sedangkan yang mengikuti dosis kedua sebanyak 52.539 orang atau 5,05 persen.

Menurut salah seorang warga Cluwak (noname), mengaku takut ikut vaksinasi lantaran mendengar informasi bahwa seusai vaksin meninggal dunia. Hal ini yang menjadi ketakutan yang dirasakan.

“Tak ikut vaksin karena ada yang setelahnya itu meninggal dunia,” katanya.

Bahkan, menurutnya lagi terlepas kebenaran informasi yang diterima pihaknya memperoleh informasi dari tetangganya obat vaksin dicampur dari banyak obat. Maka, itu menambah ketakutannya.

Meski dirinya adalah penerima bansos pemerintah, ia rela tidak memperoleh lagi. Pasalnya, syarat untuk mengambil bansos sekarang ini salah satunya adalah dengan bukti telah divaksin.