Lingkungan Pasar Kayen Harus Menanggung Beban Sampah Masyarakat

0
65
Kepala Pasar Kayen, Sunarto saat di depan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santosa (paling kiri) serta Kepala Bidang Pengelolaan Pasar dinas yang bersangkutan, Isrhoni (topi merah) menunjukkan tumpukan sampah yang terpaksa dibakar.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kawasan lingkungan belakang Pasar Kayen selama ini, ternyata harus menanggung beban buangan sampah dari masyarakat yang penanganannya sangat lambat, karena terbatasnya faslitas untuk mengeruk dan mengangkut sampah tersebut, untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, di Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. Sedangkan upaya membatasi pembuangan sampah dari masyarakat yang dilakukan pun  selalu gagal, sehingga kondisi yang sama selalu terulang.

Maksudnya, pembuangan sampah oleh masyarakat baik pagi maupun malam selalu berlanjut, meskpun untuk menuju ke lokasi  di belakang pasar, atau ke tempat yang disediakan akses jalannya sudah ditutup menggunakan pagar seng. Akan tetapi, ternyata pagar tersebut juga selalu dirusak sampai tidak berfungsiu lagi, dan untuk saat ini pun dibiarkan terbuka kerena memang sudah kewalahan untuk mencegah pembuangan sampah oleh masyarakat.

Kepala Pasar Kayen, Sunarto ketika ditanya berkait hal tersebut, Selasa (27/Juli) tadi pagi, termasuk saat menemui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santosa juga tidak mengelak tentang kondisi tersebut. ”Dengan bertambahnya buangan sampah dari masyarakat dan sampah pasar,  dalam satu hari sudah menumpuk sebanyak dua kotainer,” ujarnya.

Satu dari dua kontainer sampah yang ditempatkan untuk menampung buangan sampah dari pasar, tapi masyarakat pun ikut serta memanfaat dengan cara membuang sampahnya asal lempar.

Mengingat kondisi tersebut, lanjut dia, pihaknya harus melakukan koordinasi dengan unsur pimpinan dalam upaya mencari solusi atas terjadinya pembuangan sampah, di mana tidak hanya semata-mata sampah pasar, malainkan masyarakat juga ikut serta. Dengan demikian, dalam satu hari sampah pun tak hanya sekedar cepat menumpuk, tapi juga berceceran.

Padahal, fasilitas kelengkapan untuk mengambil sampah dari lokasi tersebut seperti kendaraan pengangkut juga sangat terbatas. Selebihnya, untuk keperluan itiu juga dibutuhkan alat berat jenis ekskavator yang berfungsi sebagai pengeruk, dan menaikkannya ke atas kendaraan tapi yang mempunyai fasilitas disebut terakhir, adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

Karena itu , dia  harus koordinasi dengan atasan berkait upaya pembersihannya yang akan dilaksanakan  Rabu (28/Juli) besok. ”Untuk keperluan itu selain alat berat dari DPUTR kami juga harus menyediakan sedikitnya lima buah dump truck, agar bisa cepat bersih, dan lebih baik jika pintu keluar maupun  masuk ke lokasi penempatan sampah ini ditutup,” imbuhnya.