Tracking Keluarga Pekerja PT Dua Kelinci yang Hadir Sedikit

0
88
Salah seorang warga Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, hadir dalam tracking keluarga pekerja PT Dua Kelinci yang pernah menjalani isolasi mandiri karena positif terpapar Covid-19.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Keluarga para pekerja pabrik makanan PT Dua Kelinci yang pernah positif terpapar Covid-19, Selasa (22/Juni) kemarin dihadirkan di salah satu lokasi depan sebuah gereja, di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo. Selain keluarga pekerja warga di lingkungan perusahaan itu, ada pula yang berasal dari Desa Bumirejo, kecamatan yang sama, dan lokasinya bersebelahan.

Jika keluarga para pekerja dari dua desa itu kumpul atau hadir semua, berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News” jumlahnya tidak kurang dari 290 orang. Karena itu, jajaran petugas jajaran tenaga kesehatan (nakes) yang dihadirkan untuk melaksanakan tracking keluaga pekerja yang bersangkutan tidak hanya semata-mata dari Puskesmas Margorejo.

Akan tetapi, didatangkan pula bantuan nakes dari Puskesmas lain, di antaranya dari Puskesmas II Sukolilo, Puskesmas II Pati, dan Puskesmas Tayu I. ”Ada pula nakes dari Bapelmas atau BP4 Pati, dan kalau kami dari Pati II,”ujar salah seorang personel nakes itu, sebut saja namanya Nunik.

Seorang warga dari keluarga pekerja PT Dua Kelinci saat menjalani swab antigen, dan jajaran personel nakes saat mengecek jumlah warga yang hadir.(Foto:SN/aed)

Dengan demikian, papar seorang personel nakes lainnya, pengerahan nakes sebanyak itu untuk melakukan tracking dengan melakukan swab antigen terhadap keluarga pekerja perusahaan Dua Kelinci, tentu tidak seimbang. Para nakes yang hadir cukup banyak, tapi keluarga pekerjaan sesuai catatan dari Desa Jimbaran yang seharusnya 61 orang hanya hadi 27 orang.

Dari jumlah tersebut setelah dilakukan swab antigen yang hasilnya positif ada 9 orang, dan untuk sisanya paling banyak dari Desa Sokokulon. Akan tetapi warga dari keluarga pekerja yang hadir hanya sebamyak 57 orang, sehingga jika digabung dari dua desa jumlah yang hadir seluruhnya hanya 84 orang dari jumlah sebanyak 290 orang.

Sedangkan untuk keluarga pekerja warga Desa Sokolulon setelah menjalani swab antigen, dari jumlah 57 orang tersebut yang hasilnya positif terpapar sebanyak 10 orang. ”Jika warga keluarga pekerja dari dua desa itu bisa hadir semua, maka hasilnya berapa yang positif terpapar akan bisa diketahui secara maksimal, tapi ini masih teka-teki,”imbuh nakes yang bersangkutan, yang tidak bersedia disebut identitasnya.