Tim Pemakaman ”Jaga Tetangga” Plangitan Baru Terbentuk Langsung Bertugas

0
98
Jenazah seorang laki-laki, warga Desa Plangitan, Kecamatan Pati yang harus dimakamkan standar protokol Covid-19 terlebih dahulu dishalati.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tim pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 ”Jaga Tetangga” Desa Plangitan, Kecamatan Pati, baru terbentuk Senin (21/Juni) semalam (tadi malam). Tim tersebut beranggotakan 10 orang ditambah satu koordinator, dan satu modin sehingga malam itu langsung melakukan pemesanan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD).

Ternyata, sudah masuk informasi adanya warga yang meninggal dan harus dimakamkan standar protokol tersebut, sehingga sempat muncul keragu-raguan untuk melaksanakan pemakaman yang dijadwalkan Selasa (22/Juni) tadi pagi. Sedangkan sebelum meninggal, jenazah itu sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) KSH Pati.

Karena itu, papar koordinator tim yang bersangkutan, Jupri yang juga salah seorang perangkat desa setempat, tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semula bermaksud akan melaksanakan pemakaman tersebut. ”Akan tetapi, keputusan akhirnya diserahkan kepada kami yang sudah mempunyai APD,”ujarnya.

Tim pemakaman standar protokol Covid-19 ”Jaga Tetangga” Desa Plangitan, Kecamatan Pati ini, belum harus memikul peti jenazah melainkan baru meggotong, karena jarak lubang makam dekat dengan mobil ambulans.(Foto:SN/aed)

Dengan demikian, lanjut dia, begitu mobil ambulans pembawa jenazah tiba di tempat pemakaman, maka sebelum melaksanakan tim pun melakukan doa bersama. Selesai itu ambulans pembawa jenazah mendekat ke lokasi lubang pemakaman, dan peti mati yang diusung dengan cara digotong pun bisa disiapkan di atas lubang.

Kendati demikian, pihaknya pun belum merasa plong sebelum peti jenazah masuk ke lubang pemakaman, dan  ternyata tim baru ini pun tidak kesulitan, kemudian dikumandangkan adzan. Baru berikutnya dilakukan pengurukan/penutupan lubang, maka bagian pekerjaan ini tentu yang paling menyita tenaga karena harus menggunakan kelengkapan cangkul, untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

Pengurukan/penutupan lubang makam, dan selesai itu tiap personel pun disemprot menggunakan disinfektan.(Foto:SN/aed)

Untuk Plangitan hari ini, sebenarnya ada tiga kematian yang harus dimakamkan secara bergantian, tapi hanya dua yang harus dilakukan sesuai standar protokol Covid-19. Masing-masing seorang laki-laki dan perempuan, dan yang disebut terakhir dimakamkan di Kampung Juwanalan, Kelurahan Pati Kidul juga di Kecamatan Pati.

Sebelum meninggal, almarhumah sempat di rawat di RSUP dokter Kariadi Semarang, tapi untuk pemakamannya tidak diserahkan ke pihaknya. ”Adapun satu jenazah lainnya adalah seorang perempuan tapi meninggal biasa, sehingga pemakamannya tidak dilakukan standar protokol Covid-19,”paparnya.

Terpisah Kepala Desa (Kades) Panjunan, Kecamatan Pati, Danu Ikhsan Haris Chandra menjelaskan, siang ini sekitar pukul 13.00 pihaknya juga harus memakaman jenazah seorang laki-laki, warganya di Pemakaman Gotong Royong Ngagul. Almarhum tadi pagi mendadak meninggal di rumah, dan hasil swab antigen positif.

Oleh Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, untuk memakamkan jenazah itu sesuai jadwalnya mendapat urutan ke – 7. ”Karena itu, akhirnya kami juga memberdayakan tim pemakaman Jaga Tetangga  yang baru terbentuk agar tidak menunggu terlalu lama,”tandasnya.