Banjir Salah Musim di Jaken Timbulkan Tanda Tanya

0
170
terjadinya banjir yang melanda di beberap desa di wilayah Kecamatan Jaken, Sabtu (26/Juni)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Apa yang salah dengan terjadinya banjir yang melanda di beberap desa di wilayah Kecamatan Jaken, Sabtu (26/Juni) kemari sore hingga tadi malam. Bahkan dampak dari bencana itu juga berimbas ke beberapa desa di wilayah Kecamatan Pucakwangi, di antaranya adalah Desa Tanjungsekar dan sekitarnya.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, jawabnya bahwa hal itu sebagai dampak dari guyuran hujan deras dari kondisi salah musim, di Pati. Kendati demikian, banyak yang mempertanyakan dan dijawabnya berdasarkan kondisi di lapangan, karena di wilayah Kecamatan Jaken hal itu baru terjadi baru kali yang pertama, karena pada akhir Juni dan memasuki awal Juli seharusnya yang berlangsung tentu musim kemarau.

Karena itu, papar beberapa relawan ”Dulur Ganjar”, bahwa kondisi alam dan lingkungan di Pati saat ini sudah sulit untuk dicari upaya pengendaliannya. ”Dengan demikian, ketika terjadi hujan deras akibat salah musim seperti siang kemarin, benar-benar sulit diprediksi apa yang sebenarnya terjadi, tapi yang muncul justru banjir tak bisa dihindari,”tandas salah seorang di antara mereka, Budi Antoro.

terjadinya banjir yang melanda di beberap desa di wilayah Kecamatan Jaken, Sabtu (26/Juni)

Bahkan, lanjut dia, jika mengutip hasil pencermatan salah seorang Koordinator Kecamatan (Korcam) ”Dulur Ganjar” di Jaken, Prapto, banjir itu terjadi sebagai dampak alur kali yang di kawasan hulu, yaitu di Desa Trikoyo, terlalu kecil, sempit, dan sudah dalam kondisi dangkal. Padahal alur kali tersebut membuang airnya dari hulu melalui Desa Sidomukti, Mojoluhur, dan Kebonturi.

Akibatnya, begitu terjadi gelontoran air dari hulu cukup besar sudah pasti tak mampu menampungnya sehingga meluap dan limpas ke kiri dan kanan luber memasuki permukiman warga, karena alur kali itu satu-satunya yang melintas di kawasan tersebut. ”Dengan demikian, harapannya harus ada upaya untuk menormalisasi alur kali itu, agar bila terjadi gelontoran air besar dari hulu mampu menampungnya,”kutip Budi Antoro.

terjadinya banjir yang melanda di beberap desa di wilayah Kecamatan Jaken, Sabtu (26/Juni)

Sementara itu, semalam (tadi malam) Camat Jaken, H Supat juga mengungkapkan hal sama bahwa gelontoran air hujan di kawasan hulu tidak mampu ditampung dan dikendalikan oleh Bendung Widodaren. Saat luber ke sekitarnya air pun seperti tak terkendali menerabas ke hilir memasuki Desa Boto, Trikoyo, Sidomukti, Mojoluhur hingga ke Kebonturi.