Banjir Landa Beberapa Desa di Kecamatan Jaken

0
438
Banjir melanda dan menggenangi sejumlah desa di wilayah Kecamatan Jaken sore tadi hingga malam ini.(Foto:SN/dok-sup)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Banjir bandang akibat meluapnya Bendung Widodaren di Jaken menyebabkan gelontoran air limpas dan luber ke mana-mana tak terkendali, sehingga banjir bandang menerbas ke desa-desa kawasan hilir tak bisa dihindari. Hal tersebut mulai terjadi pada Sabtu (26/Juni) sore hingga malam ini.

Jajaran Muspika Kecamatan Jaken, para Babinsa dan Bhabinkamtibmas hingga sekarang, terasuk Camat Jaken, H Supat masih melakukan pemantau gelontoran air yang menerabas masuk ke desa-desa dan menimbulkan genangan air. Bahkan, salah satu desa di antaranya, yaitu Trikoyo sebagian wilayah atau kawasasan permukiman warganya terendam air.

Akan tatapi sampai saat ini, papar Camat Jaken, H Supat, tidak ada kejadian menonjol yang dialami warga terdampak genangan dan gelontiran air tersebut. ”Akan tetapi kawasan permukiman yang tergenang dan dilanda air tentu sempat terkejut karena mendadak air limpas dan menggenang, serta luber ke mana-mana,”paparnya.

Banjir melanda dan menggenangi sejumlah desa di wilayah Kecamatan Jaken sore tadi hingga malam ini.(Foto:SN/dok-sup)

Adapun ketinggiannya, lanjut dia, antara desa satu dan desa lain atau antara tempat satu dan tempat lain tidak sama. Akan tetapi ketinggian air yang menggenang di jalan poros desa bervariasi antara 40 cm s/d 80 cm, karena itu diimbau masyarakat yang kebetulan tengah bepergian jangan pulang ke rumah lebih dahulu sambil menunggu air surut.

Dengan lebih baik menunggu, karena ini kondisi malam hari, di mana pihaknya pun dalam melakukan pemantauan di lapangan ganti bergeser di kawasan hilir wilayahnya. Yakni, di Desa Kebonturi, di mana gelontoran air yang tak mampu tertampung di alur kali limpas tumpah di jalanan desa.

Banjir melanda dan menggenangi sejumlah desa di wilayah Kecamatan Jaken sore tadi hingga malam ini.(Foto:SN/dok-sup)

Gelontaran dan limpasan air terjadi sebagai akibat hujan deras yang turun mengguyur sejak siang tadi sekitar pukul 13.00, dan berlangsung selama dua jam lebih. Karena itu, air yang seharusnya masuk ke Bendung Widodaren, ternyata tidak bisa lagi tertampung sehingga luber ke mana-mana di kawasan sekitar bendung, mulai dari Desa Boto ke hilir.

Dari desa di kawasan hulu itu, gelontoran air mengalir menerobos masuk ke Desa Trikoyo terutama di kawasan yang rendah, kemudian menerabas ke Desa Sidomukti. ”Dari Desa Sidomukti air pun menerobs menuju kawasan hilir, yaitu d Desa Mojoluhur dan Kebonturi sehingga kami saat ini memusatkan pemantauan di desa ini,”tandasnya melalui ponselnya.