Talud Ruas Jalan Tlogowungu-Sitiluhur yang Ambrol Diperbaiki

0
77
Talud ruas jalan Tlogowungu-Sitiluhur, Gembong yang beberapa waktu lalu ambrol, sampai saat ini masih dalam perbaikan.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sesuai penjelasan Kepala Seksi (Kasi) Jalan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, bahwa kerusakan atau ambrolnya talud jalan Tlogowungu-Sitiluhur, Kecamatan Gembong, secepatnya dilakukan perbaikan. Hal tersebut, saat ini sudah berlangsung dan tinggal menunggu penuntasannya, karena saat ini para pekerja tengah libur Lebaran.

Kendati demikian, papar sejumlah warga dan pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut, paling tidak saat Lebaran pengguna jalan yang melintas tetap aman, utamanya pada malam hari. Sebab, di lolakasi tersebut masih terdapat tumpukan material yang bisa dilihat secara jelas mengingat pelaksanaan pekerjaan yang belum tuntas.

Paling tidak, jika dikerjakan lagi setelah Lebaran kira-kira membutuhkan wakru tidak sampai dua pekan, karena yang belum tuntas tinggal pekerjaan perbaikan talud yang ambrol bagian ujung barat dan ujung timur. ”Akan tetapi yang disebut terakhir letaknya terpisah, meskipun  talud itu memanjang di satu sisi tepi ruas jalan itu,”ujar salah seorang warga Desa Guwo, Kecamatan Tlogoiwungu, Wono.

Ada warga pemilik tanah di sisi utara jalan juga ikut memasang gorong-gorong dari bis beton di tengah saluran, untuk mengamankan lokasi tanah miliknya.(Foto:SN/aed)

Dengan diperbaikinya talud tersebut, dari pengamatan langsung Samin News (SN) di lokasi, saat ini  ada seorang warga pemilik tanah di sisi utara jalan maupun ruas jalan itu, saat ini juga ikut memasang gorong-gorong di tengah saluran dan menempel dinding talud. Melihat dan mencermati apa yang dilakukan warga itu, adalah mempunyai rencana membuat jalan masuk ke lahannya.

Melalui upaya tersebut, maka untuk masuk ke lahannya yang bersangkutan sudah mempunyai akses jalan dari jalan raya. Dengan demikian, di satu sisi nilai jual lahan tegalan itu menjadi naik karena sudah tersedia jalan masuk dari ruas jalan jalan raya, dan pada lokasi tersebut tanahnya juga tidak tergerus gelontoran air.

Hanya saja, jika semula saluran terhitung lebar tanpa gorong-gorong saja gelontoran airnya bisa membuat talud ambrol, apa kondisi berikutnya tidak lebih rawan. Sebab, hal itu sama saja bila semula terjadi gelontoran air bisa langsung lepas mengalir, tapi sekarang harus tertahan dulu dengan sekat bis beton itu.