Satu Rumah Ludes Terbakar di Asempapan

0
389
Kobaran api saat membakar rumah milik seorang warga di Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Kamis (13/Mei) 2021 kemarin.(Foto:SN/dok/non)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Merayakan Lebaran hari pertama, Kamis (13/Mei) 2021 kemarin di Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Pati, diwarnai munculnya musibah terbakarnya  rumah salah seorang warga setempat. Dalam musibah tersebut, rumah milik Asmudi di lingkungan RT 3 RW 4 ludes dilalap api.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 itu baru dilaporkan ke pihak regu pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Pati, sekitar pukul 17.15, sehingga tiga unit pemadam dari Pemkab Pati baru tiba di lokasi kejadian 15 menit kemudian. Begitu menerima laporan maka mobil Damkar yang disiapkan di Juwana segera menuju ke lokasi, disusul yang dari Pati, dan berikutnya  disusul pula satu unit lainnya dari Pabrik Gula (PG) Trangkil.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Hadi Santosa AP MM menuturkan, sebagaimana laporan dari personel Damkar yang bertugas di lapangan menyebutkan, kali pertama yang mengetahui munculnya api adalah saksi Siti Maryana (40) dan Ali Mansur (32). ”Keduanya saat itu tengah bersantai di teras rumahnya, tiba-tiba melihat kepulan asap hitam di atap rumah korban,”ujarnya .

Keduanya, lanjut Hadi Santosa, memberi tahu para tetangga yang kemudian berdatangan membantu berusaha memadamkan api yang kian membesar. Sehinga baru melaporkan kejadian itu ke Mapolsek  Wedarijaksa dan regu Damkar.

Dalam musibah tersebut tidak menelan korban jiwa, dan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00, sehingga pemilik menderita kerugian material ditaksir mencapai Rp 350 juta. Sebab, rumah yang terbakar tersebut dari bahan material kayu jati panjang 10 meter dan lebar 12 meter, beserta isi perabotnya, termasuk dua unit sepeda motor lengkap dengan surat-suratnya.

Penyebab terjadinya kebakaran, diduga keras dari hubungan arus pendek listrik (korsleting). ”Mengingat lokasi rumah yang terbakar di kompleks rumah padat penduduk, maka setelah api berhasil, dikendalikan/dilokasi, dilanjutkan dengan upaya pendinginan,”imbuh Hadi Santosa.