Kapal Penangkap Ikan Pulang ke Juwana Butuh Tempat Tambat Maksimal

0
55
Kapal penangkap ikan Juwana saat menjelang hingga usai Lebaran butuh tempat tambat yang tidak berhimpitan seperti sekarang ini.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Terbatasnya panjang alur Kali Juwana mulai hilir jembatan di ruas jalan Juwana-Rembang hingga kawasan Pulau Seprapat, saat ini tak mampu lagi untuk tambat kapal penangkap ikan yang pulang ke Juwana saat menjelang hingga usai Lebaran. Karena itu, para penanggung jawab tim pengamanan terpadu harus bekerja ekstra keras.

Dalam kondisi seperti sekarang yang harus dicegah dan diwaspadai, adalah ancaman terjadinya kebakaran mengingat jumlah kapal yang tambat di sepanjanng alur kali tersebut mencapai ratusan. Karena itu, untuk mengurangi ancaman terjadinya musibah tersebut tak ada cara lain kecuali semua harus saling menjaga dan menjauhkan semua kegiatan yang menimbulkan terjadinya ancaman kebakaran.

Sedangkan satu harapan yang mungkin bisa mengurangi menumpuknya kapal yang tambat di sepanjang pinggir alur kali, papar salah seorang tokoh masyarakatw

warga Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, H Jamari, harapannya untuk saat ini tertumpu pada upaya penyediaan fasilitas oleh pemerintah kabupaten setempat, ”Yakni, pembangunan fasilitas kolam tambat kapal di sisi utara kawasan Pulau Seprapat,”ujarnya.

Kapal penangkap ikan yang saat ini tambat di sekitar lokasi pembangunan Kolam Tambat Kapal di sisi utara Pulau Seprapat.(Foto:SN/aed)

Akan tetapi, lanjut H Jamari, selesainya pembangunan tahap I Tahun 2020 lalu masih harus dilanjutkan lagi Tahun 2021 ini, dan juga bisa terjadi masih harus dilanjutkan hingga Tahun 2022 yang akan datang. Bahkan, hal itu masih harus berlanjut lagi di tahun berikutnya karena harus menyesuaikan ketersediaan anggaran.

Dengan dalam kurun waktu satu tahun ini pembangunan fasilitas kolam tambat kapal belum bisa dituntaskan, sehingga dalam kondisi seperti itu banyak kapal yang tambat tetap akan saling berhimpitan. Sebab, belum bisa dilakukan pengurangan karena fasilitas yang dibangun memang belum bisa dituntaskan.

Dalam kondisi tersebut, maka selama ratusan kapal penangkap ikan tersebut masih harus tambat secara berhimpitan, maka paling baik masing-masing harus selalu meningkatkan kewaspadaan. ”Belajar dari pengalaman musibah terjadinya kebakaran kapal, maka jangan melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan munculnya percikan api di dalam kapal,”imbuh H Jamari.