Selamatkan Kapal dari Kebakaran

0
15
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Edy Martanto (kanan), tengah meninjau lokasi bekas terbakarnya kapal Asia Makmur, di lingkungan Pelabuhan Juwana lama (selatan), Selasa (4 Mei) 2021 tadi pagi.(Foto:SN/dok-ed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Terbakarnya kapal penangkap ikan Asia Makmur, tadi malam sekitar pukul 18.39, hendaknya jadi peringatan dini agar musibah  itu jangan kembali terulang. Apalagi, kapal yang terbakar di tempat tambat kawasan Pelabuhan Juwana  lama (selatan), adalah kapal baru yang tengah memasuki tahap finishing.

Karena itu, papar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Edy Martanto saat meninjau bekas lokasi kebakaran, Selasa (4 Mei) tadi pagi, pihaknya mengingatkan semua pihak. Utamanya, para nelayan dimohon dengan sangat untuk bersama-sama mengupayakan keselamatan kerja.

Sebab, kebakaran kapal tersebut diduga keras karena faktor kelalaian seusai kerja, karena bisa saja ada yang membuang puntung rokok di tempat sampah. Padahal di sekitar tempat tersebut terdapat serbuk gergajian, potongan kayen, dan juga potongan ban.

Dengan demikian, seharusnya setelah selesai melaksanakan pekerjaan, hal itu harus dicek dan jangan langsung ditingggalkan. ”Ketika sampah tersebut terbakar, akhirnya memunculkan api dari darat, kemudian merambat dan membakar kapal baru itu,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Edy Martanto (kanan), tengah meninjau lokasi bekas terbakarnya kapal Asia Makmur, di lingkungan Pelabuhan Juwana lama (selatan), Selasa (4 Mei) 2021 tadi pagi.(Foto:SN/dok-ed)

Dampaknya, lanjut dia, bagian lambung depan sebelah kanan yang menjadi sasaran rambatan api tersebut sampai akhirnya terbakar. Sehingga sekali lagi pihaknya mengingatkan, upaya menciptakan keselamatan kerja harus benar-benar dimaksimalkan.

Apalagi, jika tengah melaksakanan kegiatan bongkar-muat maupun reparasi kapal, semua itu ada ketentuannya. Karena itu, ketentuan sesuai prosedur harus benar-benar terpenuhi, mengingat saat ini kapal yang baru datang menjelang Lebaran jumlahnya sudah mencapai ratusan.

Demikian pula, upaya membentuk Tim Keselamatan Bersama yang melibatkan seluruh jajaran terkait juga sudah dilaksanakan sejak awal. Bahkan, tim terpadu itu juga melakukan patroli secara rutin, baik pagi, siang, sore dan malam.

Akan tetapi, jika di sisi lain ada yang abai terhadap upaya untuk menciptakan keselamatan kerja, maka kemungkinan terjadi musibah kebakaran, tentu tak bisa dihindarkan. ”Karena itu semua pihak dan jajaran terkait harus saling bahu membahu, serta  terus meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya.