Dua Kali Lebaran Anak-anak Tak Lagi Bisa Berkreasi

0
37
Anak-anak di Kecamatan Wedarijaksa pada Lebaran Tahun 2019 yang kala itu masih ada penyelenggaraan takbir keliling.(Foto:SN/dok-wan)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Siapa pun namanya anak, menginginan kebebasan untuk bisa kembali berekspresi atas kemampuan yang dimiliki. Akan tetapi, setelah tak bisa melakukan itu lagi, akhirnya hanya bisa diam sambil menunggu, kapan berakhirnya masa pandemi Covid-19, sehingga tidak merasa terbelenggu bertahun-tahun.

Dengan demikian, mereka pun rata-rata berharap, agar Lebaran tahun depan, masa pandemi Covid-19 ini bisa berakhir. Sehingga dalam menyongsong datangnya Lebaran, mereka yang rata-rata dari kelompok mushala dan masjid tersebut bisa berkiprah mengikuti takbir keliling.

Melalui takbir keliling, ungkap salah seorang di antara mereka Nirwan Gilang, biasanya di antara mereka atau anak-anak seusia dia maupun di bawahnya yang masih duduk di bangku SD bisa berkreasi membuat replika masjid. ”Dengan hasil karya tersebut, bisa digunakan mengikuti takbir keliling,”ujarnya.

Tidak hanya sekadar itu, lanjut dia, biasanya pihak desa juga menguji kemampuan anak-anak untuk berkreasi membuat apa saja. Kemudian dinilai satu per satu, sehingga karya yang terbaik meraih juara sehingga mendapatkan hadiah uang yang bisa digunakan jajan bersama.

Akan tetapi yang membanggakan dengan karya-karya hasil kreasi anak-anak ini, bisa ikut takbir keliling. Sehingga karya yang dibuat tidak hanya berupa replika masjid, melainkan ada juga jenis binatang lainnya, dan juga sosok-sosok raksasa seperti ogoh-ogoh di Bali, dan juga ondel-ondel.

Anak-anak kreatif untuk membuat karya patung seperti itu jumlahnya cukup banyak di desa-desa, karena untuk membuatnya harus merangkai kerangka dasarnya baik dari bambu maupun kawat dan bahan untuk melapisinya, selain kertas koran juga kertas semen. ” Ya, mudah-mudahan Lebaran tahun depan anak-anak bisa kembali berkarya lagi seperti saat situasi normal,”imbuhnya.