Hanya Jeda Senin, Hari Ini Langsung Tiga Pemakaman Jenazah Standar Covid-19

0
85
Pemakaman standar protokol Covid-19, untuk dua jenazah perempuan di Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana dan Desa Karangmulyo, Kecamatan Tambakromo, Selasa (25/Mei) 2021 siang tadi.(Foto:SN/dok-yun)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Absen tidak berlangsungnya pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 di Pati, hanya tejadi Senin (24 Mei) 2021 kemarin. Sebab, pada Minggu (23/Mei) malam lalu, Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati 2 masih memakamkan satu jenazah seorang perempuan.

Adapun berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News”, jenazah yang bersangkutan adalah warga Sumur, Kecamatan Cluwak. Sebelum meninggal yang bersangkutan sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH) Tayu.

Selesai pemakaman malam itu, untuk Senin pagi hingga malam hari tim pemakaman baik dari BPBD 1 dan 2 tidak lagi melakukan hal tersebut. ”Akan tetapi, tiba-tiba Selasa (25/Mei) sekitar pukul 10.15 tim BPBD Pati 1 harus bersiap-siap melaksanakan tugas,” ujar salah seorang di antara anggota tim tesebut, Purnama.

Pemakaman urutan terakhir siang tadi adalah jenazah seorang laki-laki, warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo.(Foto:SN/dok-yun)

Urutan pemakaman pertama yang harus dilakukan tim, lanjutnya, adalah jenazah seorang perempuan, warga Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana. Sebelum meninggal, almarhumah sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati.

Selesai pemakaman dari Tempat Pemkaman Umum (TPU) desa tersebut, tim langsung menuju ke Desa Karangmulyo, Kecamatan Tambakromo. Di TPU desa itu juga harus dimakamkan jenazah seorang perempuan yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Fastabiq Sehat Pati.

Sedangkan pemakaman urutan ketiga dilakukan untuk jenazah seorang laki-laki, warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo yang sebelum meninggal juga sempat dirawat di RS KSH Pati. ”Dengan tiga pemakaman jenazah tersebut, lagi-lagi kami dari tim hanya bisa berharap agar malam ini atau besok jangan sampai ada pemakaman berikutnya,” imbuh Purnama.