Ganti Tim BPBD 2 Memakamkan Jenazah Standar Protokol Covid-19

0
134
Pemakaman jenazah seorang laki-laki, warga Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu, Sabtu (15/Mei) 2021 siang kemarin.(Foto:SN/dok-lan)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tentu sudah banyak yang mempertanyakan, mengapa pemakaman dengan standar prokol Covid-19 sampai sekarang belum juga berakhir. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, lebih tepat memang dengan menyatakan, tidak tahu.

Sebab, memang banyak pihak yang tidak mempunyai pokok jawaban atas pertanyaan itu, karena sampai sekarang masa pandemi Covid-19 juga belum berakhir. Sehingga jika di Pati ini satu hari luang tidak berlangsung pemakaman dengan standar protokol tersebut, maka hari berikutnya bisa dipastikan ada, dan bahkan bila ada juga secara berturut-turut.

Sebagaimana yang berlangsung pada Jumat (14/Mei) 2021 tengah malam, papar salah seorang Tim Pemakaman BPBD 1 Pati, Purnama, pihaknya baru selesai memakamkan satu jenazah seorang laki-laki, warga Desa Panjunan, Kecamatan Pati. ”Jenazah tersebut umurnya terhitung masih relatif muda, karena di bawah 40 tahun,”ujarnya.

Sebelum meninggal, lanjutnya, almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Dokter Soetrasno Rembang. Akan tetapi, Sabtu (15/Mei) 2021, sekitar pukul 13.00 ganti Tim Pemakaman BPBD 2 Pati, harus ganti memakamkan satu jenazah seorang laki-laki lainnya di Pati utara.

Tepatnya, di Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu, dan dari sisi usia ternyata juga lebih muda dibanding yang di Panjunan. Sebab, almarhum saat meningal karena terkonfermasi Covid-19 tersebut, usianya baru mencapai 30 tahun, sehingga sekarang yang menjadi sasaran ancaman kematian itu bukan hanya dari kalangan warga lanjut usia.

Sedangkan sebelum meninggal, almarhum sempat diirawat di Rumah Sakit (RS) Kraton, di Jl Veteran No 31 Kabupaten Pekalongan. ”Dengan demikian, kita bisa menarik kesimpulan bahwa sekarang ini yang harus mematuhi protokol kesehatan (Prokes) di Pati, bukan hanya semata-mata yang sudah lanjut usia, tapi yang muda pun harus patuh serta,”tandasnya.