Lebaran Pertama Tidak Terjadi Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19

0
27
Satu di antara sekian tempat pemakaman umum (TPU) yang juga dimanfaatkan untuk pemakaman jenazah standar protokol Covid-19.(Foto:SN/dok-aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Hari pertama Lebaran, Kamis (13/Mei) 2021 sejak pagi hingga siang berita ini ditulis pukul 15.00 WIB, di Pati memang tidak ada pemakaman jenazah standar protokol Covid-19. Dengan demikian, apa yang diharapkan Koordinator Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Khayun Fulanun, benar-benar terwujud.

Akan tetapi, jika untuk besok dan hari-hari berikutnya sudah tidak ada lagi warga yang meninggal jenazahnya dimakamkan dengan standar itu, tentu akan lebih baik. Kendati hal seperti itu bagi masyarakat adalah hal biasa, maka jika ada yang meninggal paling baik jenazahnya dimakamkan secara biasa.

Dengan demikian, papar salah seorang anggota tim yang bersangkutan, Purnama, jika hari-hari selanjutnya pemakaman jenazah warga yang meninggal dengan dilakukan pemakaman biasa, maka ada harapan masa pandemi ini segera berakhir. ”Karena itu, mulai sore ini hingga malam nanti, benar-benar tidak ada lagi pemakaman standar protokol Coviud-19,”ujarnya.

Suasana pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 di malam hari.(Foto:SN/dok-aed)

Mengingat harapan koordinator pemakaman BPBD I bisa terwujud, lanjut dia, maka sudah semestinya anggota personel lainnya juga selalu berharap demikian. Karena itu, hal sama tidak hanya pada Lebaran di hari pertama, Kamis (13/Mei) hari ini, tapi juga Lebaran kedua, Jumat (14 Mei) 2021 besok, dan  juga seterusnya.

Kendati demikian, pada Rabu (12/Mei) malam (tadi malam), ternyata masih juga satu lagi jenazah yang juga harus dimakamkan standar protokol Covid-19. Yakni, jenazah seorang perempuan, warga Desa Sugihrejo, Kecamatan Gabus yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati.

Hanya saja, pihaknya bersama tim yang lain juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam hal ini pihaknya juga menyadari benar, bahwa dalam kondisi apa pun yang namanya harapan tentu tidak semua dikabulkan. ”Hal itu kita sadari benar, bahwa semua memang harus dikembalikan biar seperti air yang mengalir,”imbuhnya.