Desa Wuwur Jadi Percakapan, Tapi Bukan Klaster Baru Covid-19

0
235
Gerbang masuk Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, dan balai desa setempat.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Beberapa hari terakhir ini Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, Pati menjadi bahan percakapan yang dikaitkan dengan penyebaran Covid-19. Sebab, warga yang positif terpapar dipastikan lebih dari sepuluh orang sehingga hal itu sempat pula membuat cemas warga lainnya.

Karena itu, jajaran pihak yang berkompeten mengambil langkah cepat untuk mengatasi hal itu, yakni dengan membawa beberapa orang yang terpapar itu untuk melakukan isolasi mandiri. Tapi ada pula yang harus dijemput dan dibawa untuk menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati.

Hanya saja, berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin-News” (SN), hal tersebut bukanlah memunculkan klaster baru di desa itu. Sebab, indikator tentang hal itu sama sekali tidak ditemukan, karena yang disebut klaster jika berkait dengan Corona adalah satu kelompok adalah satu kejadian yang sama dan saling berhubungan.

Dengan demikian, besar kemungkinan penyebarannya adalah oleh orang tanpa gejala (OTK). Sebab, kebanyak dari mereka yang terpapar itu, tidak pernah melakukan kontak dekat dengan warga sesama satu desa, melainkan hal itu terjadi dengan warga di luar desa tapi yang bersangkutan adalah OTG.

Sebab, kendati orang tersebut tanpa gejala tapi bisa saja menularkan virus Corona kepada orang lain. Akan tetapi, apa yang terjadi di Desa Wuwur setelah dilakukan penanganan dengan isolasi, masyarakat yang semula diluputi kekhawatiran, kini kondisinya sudah kembali normal.

Ketika hal tersebut ditanyakan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, Suparjo tidak mengelak. Hanya saja yang bersangkutan tidak bersedia memberikan keterangan secara rinci, kalau sampai terjadi tumpuan kesalahan.

Hal sama dan sikap tak jauh berbeda juga dilakukan Kepala Puskesmas Gabus 2, Siti Nurjanah SKM, bahwa warga Wuwur yang terpapar Covid-19 memang lumayan, tapi ketika didesak angka pastinya tidak bersedia menyebutkan. ”Untuk data jumlah warga yang terpapar, tanyakan kepada Pak Bupati saja,”tandasnya.