Tahun Kesiapsiagaan Bencana; Adalah Siap Untuk Selamat

0
19
Cikal bakal terbentuknya Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) saat melaksanakan pengamanan Sedekah Laut di Juwana.(Foto:SN/dok-tik)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Di Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh, Senin (26 April) hari ini, maka sekiranya pantas untuk kembali direnungkan, utamanya oleh siapa pun yang memilih untuk bergabung sebagai tim relawan. Sebab, tugas mereka adalah tugas kemanusiaan untuk menanggulangi dan melakukan penyelamatan warga bila sewaktu-waktu terjadi musibah bencana.

Peristiwa tersebut antara daerah satu dan lainnya tentu sangat berbeda, tergantung toponim daerah masing-masing. Seperti di Kabupaten Pati yang mempunyai kawasan pegunungan, laut, dan juga alur kali maka warga harus diselamatkan jika terjadi musibah bencana tanah longsor, banjir dan juga kecelakaan di laut.

Karena itu, papar Koodinator FRPB Kabupaten Pati, Sutiknya, momentum yang ditanamkan kepada para personel pada Tahun Kesiapsiagaan Bencana, memang yang harus diraih jika menghadapi terjadinya kondisi bencana, adalah ”Siap Untuk Selamat.” ”Itu artinya yang siap untuk selamat selain diri sendiri juga selamat bagi yang diberikan pertolongan,”ujarnya.

Adapun pemahaman mendasar lainnya, lanjut dia,  bahwa bencana yang terjadi di mana saja itu tak lain adalah sebuah peristiwa. Hal itu bisa juga berupa rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan, dan penghidupan masyarakat karena bisa saja dampak dari rencana tersebut meluluhlantarkan apa yang ada.

Tidak hanya itu jatuhnya korban jiwa dan hilangnya harta benda pun tak bisa dihindari, karena terjadinya bencana tersebut juga bisa disebabkan faktor alam dan nonalam, tapi juga karena faktor manusia. Sehingga jatuhnya korban jiwa dan rusaknya lingkungan, serta hilangnya harta benda juga tak bisa dihindari, dan belum lagi dampak psikologis yang ditimbulkan.

Dengan demikian, setiap relawan yang terjun dalam penanggulangan maupun pertolongan terhadap korban bencana, seperti para personel FRPB ini semboyannya tak lain, yaitu ”Siap Untuk Selamat.” Selain itu, di tengah situasi masa pendemi Covid-19 para relawan ini juga harus menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal,”tandasnya