Disdikbud Pati Sosialisasi PPDB Tahun Ajaran Baru 2021/2022

0
14

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati menyelenggarakan Sosialisasikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) PAUD kesetaraan, SD dan SMP tahun ajaran 2021/2022 di Pendopo Pati, Senin (26/4/2021) siang tadi.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Saryono melaporkan sosialisasi dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagian mengikuti secara daring dan sebagiannya lagi secara luring. Pihaknya merinci di antara keduanya untuk yang tatap muka secara langsung ini diikuti peserta dewan pendidikan, Ketua PGRI/yang mewakili, pejabat struktural yang menangani PPDB, kepala SMP Negeri dan swasta 28 orang.

“Sementara secara daring itu kepala SMP negeri dan swasta sebanyak 68 orang, korwilcam pendidikan, pengawas smp,” ungkap Saryono.

Pihaknya berharap pelaksanaan PPDB di Kabupaten Pati bisa berjalan lancar tertib sesuai aturan yang berlaku. Kemudian, pihaknya meminta penyelenggaraan PPDB berjalan secara objektif, akuntabel, transparan dan tidak diskriminatif.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Pati Winarto meminta materi sosialisasi bisa dipahami secara baik bagi kepala sekolah, Korwil, pengawas juga penilai. Dimana selanjutnya agar segera ditindaklanjuti.

“Sehingga orang tua memahami betul persyaratan apa yang disiapkan, bagaimana prosedurnya. Sebab menilik beberapa tahun lalu, ada beberapa persoalan karena yang ikut sosialisasi tidak segera menindaklanjuti kepada sekolah dan masyarakat terjadi miskomunikasi,” ungkapnya.

Pihaknya menyampaikan para orang tua jangan dibuat bingung. Misalnya ijazahnya belum keluar, nilainya belum ada tetapi sudah ada jadwal pendaftaran. Makanya, ini perlu disiapkan dan dipahamkan. Sehingga sosialisasi bisa diketahui baik orang tua, calon siswa.

PPDB tahun 2021 ini, menurutnya hampir sama dengan tahun lalu menggunakan sistem zonasi. Bagi sekolah negeri PPDB menggunakan pendaftaran online, sementara bagi sekolah swasta memakai jalur offline.

“Manfaat zonasi mendekatkan siswa dengan sekolah, pemerataan akses pendidikan karena mau ke sekolah semakin terbuka lebar. Sehingga porsi dari zonasi semakin besar,” ucapnya.

“Sehingga semakin heterogen, sebab harapnya dalam satu kelas tidak diisi hanya oleh siswa pintar semua. Tetapi artinya bisa diisi oleh siswa berprestasi tinggi, rendah maupun kurang. Ini akan membentuk saling memberi sekaligus saling menerima,” tambah Winarto.

Terkait dengan itu, pihaknya menyatakan dari akses pendidikan yang merata akan berdampak positif. Yakni program wajib belajar bisa meningkat juga tidak ada siswa drop out.